Walikota Sidak UTBK UB, Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan

Malang, SERU.co.id – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020 diselenggarakan secara serempak mulai 5-14 Juli 2020 dan 20-29 Juli 2020. Total pendaftar UTBK yang tercatat di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebanyak 703.875 siswa. Panitia Pusat LTMPT menetapkan 74 lokasi di berbagai daerah sebagai tempat pelaksanaan ujian. Seperti lokasi UTBK wilayah Malang berada di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).

Walikota Malang Sutiaji meninjau langsung pelaksanaan UTBK di UB, Minggu (5/7/2020) sebelum sesi pertama jam 09.00-11.15 WIB dimulai. Walikota tak ingin UTBK menjadi kluster baru penyebaran Covid-19, sehingga menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan UTBK.

Walikota menyarankan agar komputer sesi pertama tidak digunakan sesi kedua, namun sesi kedua menggunakan komputer yang tak terpakai di sesi pertama. (rhd)

“Saya sebenarnya mau mengecek apa yang sudah disampaikan ke kami pada saat pengajuan UTBK itu sesuai dengan kondisi di lapangan atau tidak. Dimana dalam persetujuan UTBK harus mengedepankan protokol kesehatan. Bayangan saya sebelumnya, ada penumpukan peserta ketika menaiki lift, ternyata sudah difilter dengan baik. Secara keseluruhan sudah bisa diatur dengan bagus,” ungkap Sutiaji.

Pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang ini meninjau sejak peserta datang, cuci tangan, di thermo gun, meletakkan tas, menggunakan sarung tangan dan masker medis bukan kain, masuk ruang transit, antrian masuk lift/ruangan, hingga duduk di depan komputer. “Di FK tadi sudah bagus dan bisa diseragamkan untuk semua gedung. Contohnya di Filkom, ketika transit seharusnya tas sudah tidak dibawa, tinggal masuk ruangan saja. Dan tas tidak boleh ditumpuk, agar tidak terjadi transmisi antar tas,” imbuh Sutiaji.

Peserta mulai mengerjakan soal UTBK. (rhd)

Sutiaji juga menyarankan agar komputer yang digunakan pada sesi pertama dan kedua dalam ruangan bisa digunakan bergantian semua. Artinya komputer sesi pertama tak boleh dipakai sesi kedua, namun sesi kedua menggunakan komputer yang tak dipakai sesi pertama sebagai sela antar peserta. “Tranmisi bisa lebih diantisipasi jika menggunakan komputer yang berbeda. Penyemprotan disinfektan pun juga maksimal ketika jeda,” terangnya.

Baca juga:   Terdapat 9 Kasus Corona Positif Tapi Bukan Kluster Baru

Pemkot Malang memang tidak mensyaratkan agar peserta UTBK melakukan rapid tes. “Karena pertimbangannya, saudara kita kemampuannya tidak sama. Ada yang mampu dan tidak mampu. Cukup penekanan protokol kesehatan, agar tidak memberatkan peserta UTBK,” tandas Sutiaji.

Sementara itu Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR, MS, akan menyeragamkan tupoksi sebagaimana arahan Walikota Malang. “Kita akan standarkan seperti arahan beliau. Sarannya sangat bagus dan akan kami aplikasikan. Seperti peletakan tas, transit dan penggunaan komputer. Ini nanti akan langsung kita rapatkan dan koordinasikan. Alhamdulillah UTBK hari pertama berjalan lancar,” ungkap Nuhfil, sapaan akrabnya.

Peserta mencuci tangan sejak awal kedatangan. (rhd)

Jumlah pendaftar UTBK di UB adalah 19.859 orang, dengan menggunakan 56 ruang lab komputer dan 2.180 komputer yang terbagi ke dalam 17 lokasi di dalam Kampus UB. Dimana penggunaan komputer harus separuh ruangan, seperti 20 komputer hanya dipakai 10 komputer per sesi berdasarkan jarak. Dengan waktu sesi pertama pada pukul 09.00-11.15, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 WIB.

“Panitia telah mengatur jarak aman antar peserta ujian. Jarak antar komputer diatur 1 meter. Untuk mengawasi jalannya ujian, UB menugaskan 1.000 orang pengawas dan panitia secara bergantian dalam pelaksanaan UTBK. Sebelumnya mereka di rapid test dari Covid-19 pada 2-3 Juli 2020, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta,” jelas Ketua Pusat UTBK UB Prof Dr Aulanni’am, drh, DES.

Pintu masuk UB selama UTBK hanya dibuka satu pintu, yaitu pintu masuk jalan Veteran. Sedangkan pintu keluar melalui jalan Panjaitan (Bethek) dan jalan Veteran (samping kanan Bank BNI UB). Jika ada peserta yang diantar, disediakan tempat menurunkan penumpang di 5 titik drop zone yaitu depan FPIK, depan FH, jalan Veteran (Vokasi-INBIS), depan FEB, dan depan FILKOM. (rhd)

Baca juga:   Masjid Miftahul Falah Genteng Kulon Sembilih 10 Ekor Hewan Kurban

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: