VOX Coeleistis Choir ITN Malang Raih Tiga Penghargaan Internasional di TICC 2021

Malang, SERU.co.id – UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) VOX Coeleistis Choir (VCC) ITN Malang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Taipei International Choral Competition (TICC) 2021. Yakni kompetisi paduan suara internasional yang diselenggarakan oleh Taipei Philharmonic Foundation, Taipei, Taiwan, secara live streaming dari Channel Youtube TICC.

Vox Coeleistis Choir (VCC) ITN Malang mengikuti 2 (dua) kategori, yaitu Youth Choir dan Ethnic/Traditional Music. VCC sukses memboyong tiga penghargaan sekaligus, yakni Gold Medal pada Youth Choir Category, Silver Medal pada Ethnic/ Traditional Music Category, dan penghargaan Fans Favorite Award.

“Tentu saja prestasi yang diraih ini sangat luar biasa, apalagi dilakukan dimasa pandemi. Ini menandakan semangat mahasiswa untuk berprestasi tidak pernah surut. Terbukti dalam kondisi pandemi seperti ini, kita masih bisa meraih juara dan mendapat medali terhormat di ajang internasional,” seru Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE,

Menurut Prof Lomi, UKM VCC ITN Malang diharapkan bisa terus berprestasi baik di level nasional maupun internasional. Kedepan, perolehan prestasi tersebut nantinya diharapkan mampu memacu semangat mahasiswa ITN Malang lainnya untuk turut berprestasi.

“Perjuangan kami mulai berlatih sejak Februari 2021, hingga hari H dengan banyak kendala dan keterbatasan. Akhirnya terbayar lunas dengan tiga penghargaan tersebut,” seru Supriyanto Harmanie, SS, Pelatih dan Conductor VCC ITN Malang.

Menurut pria yang disapa Mas Prie, selama pandemi latihan dilakukan secara online, lantaran masing-masing anggota terpisah di beberapa wilayah Indonesia. Itupun anggota yang latihan tak pernah lengkap formasinya.

“Sebuah kejutan saat H-2, para anggota ternyata bisa hadir lengkap untuk rekaman audio visual. Sebab syaratnya memang mengirim video dan link YouTube sebagai media lomba. Dengan kostum juga berkat gotong royong anggota,” urai Mas Prie.

Prosesi pengambilan video melibatkan 37 penyanyi, 1 pianis dan 1 pelatih. (ist) - VOX Coeleistis Choir ITN Malang Raih Tiga Penghargaan Internasional di TICC 2021
Prosesi pengambilan video melibatkan 37 penyanyi, 1 pianis dan 1 pelatih. (ist)

Diakuinya, fasilitas VCC ITN Malang serba terbatas, mulai alat musik piano, sound sistem, panggung, studio dan beragam peralatan yang digunakan serba standar. Namun bekal semangat dan talenta para anggota, mampu memberikan hasil maksimal.

“Kalau dibandingkan fasilitas peserta lainnya, kami sangat jauh berbeda. Namun semangat dan talenta luar biasa VCC ITN Malang mampu merubah keadaan di luar ekspektasi. Hasilnya tiga penghargaan tersebut,” tandas Mas Prie.

Diiringi pianis Budi Susanto Yohanes, dengan conductor Supriyanto Harmanie, VCC ITN membawakan 4 (empat) lagu. Di antaranya lagu Lir-ilir dan Wor, untuk kategori Ethnic/Traditional Music. Serta lagu Ego Sum Panis Vivus dan Pijar Surya Khatulistiwa, untuk kategori Youth Choir.

“VCC ITN Malang membawa 37 peserta/penyanyi, 1 orang pianis dan 1 orang pelatih. Tim kami merupakan salah satu dari empat tim asal Indonesia,” jelas Ketua Pelaksana, Nicollas Edgar Septandita Hariyanto (mahasiswaTeknik Informatika semester 6), mendampingi Pembina UKM VCC ITN Malang, Vega Aditama ST, MT (dosen Teknik Sipil S-1).

Salah satu pengambilan sesi kategori. (ist) - VOX Coeleistis Choir ITN Malang Raih Tiga Penghargaan Internasional di TICC 2021
Salah satu pengambilan sesi kategori. (ist)

Ajang TICC berlangsung selama 4 hari, Kamis-Minggu (22-25/7/2021), dengan pengumuman Minggu (25/7/2021) pukul 16.00 waktu Taipei. TICC diikuti oleh 38 tim yang terbagi dalam 13 kategori. Negara yang ikut berlomba dari seluruh kategori, di antaranya Indonesia, Hongkong, Malaysia, Jepang, Polandia, Taiwan, China, dan Macau.

Secara rinci, ada 4 (empat) tim asal Indonesia. Di antaranya VOX Coeleistis Choir ITN Malang, PSM UNIV. Negeri Yogyakarta, PSM UGM Yogyakarta dan Pangudi Luhur Youth Choir.

“Awalnya kami pesimis, karena tiap latihan formasinya tak pernah lengkap, melalui daring, dan kekurangan lainnya. Kaget saja saat recording, justru bisa ketemu bareng, dan terbangun kebersamaannya,” ungkap Simeon Rosario dan Ahmad Rafi Akbar Gustian, perwakilan anggota VCC ITN Malang. (rhd)


Baca juga: