Upaya Peningkatan Profesionalisme di Bidang Teknologi Informasi

Daffa Eza Prasetya
Teknik Informatika
Universitas Muhammadiyah Malang

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat berhasil mempengaruhi hampir seluruh aktivitas manusia. Teknologi informasi adalah suatu studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer (Sutarman, 2009:13). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, di bidang teknologi informasi juga semakin beragam guna memenuhi kebutuhan profesional di bidang yang lebih spesifik. Menurut KBBI, profesi berarti bidang pekerjaan yang dilandasi keahlian, sedangkan profesional merupakan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. Seorang profesional dituntut dapat memiliki profesionalisme di dalam pekerjaannya.

Menurut J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Profesionalisme dapat dikatakan komitmen seorang profesional dalam melakukan pekerjaannya agar dapat meningkatkan kualitas keahliannya. Profesionalisme mengandung ciri sadar akan keahlian dan keterampilan dan bisa menggunakan keahliannya ke dalam pekerjaannya., meluangkan waktu untuk pekerjannya, senantiasa meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampilannya, serta berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Profesionalisme menjadi sikap yang harus selalu dikembangkan para profesional dalam pekerjaannya.

Secara umum kompetensi profesionalisme mencangkupi beberapa hal yaitu, keterampilan pendukung solusi IT, keterampilan pengguna IT, pengetahuan di bidang IT. Selain kompetensi profesionalisme terdapat beberapa pekerjaan di bidang teknologi informasi yang dibagi sesuai bidang pekerjaannya. Bidang pertama adalah mereka yang berkutat di dunia perangkat lunak(software), seperti merancang sistem, database maupun aplikasi. Kelompok kedua adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras(hardware) terdapat pekerjaan seperti technical engineer. Ketiga adalah mereka yang berkecimpung pada operasional sistem informasi seperti sistem administrator. Terakhir adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnisnya.

Baca juga:   Polresta Malang Kota Bongkar Sindikat Narkoba, Salah Satunya ASN

Seorang profesionalisme IT dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan karena teknologi yang berkembang cepat dan dinamis. Hal ini menyebabkan pekerjaan di bidang teknologi informasi harus mengembangkan ilmu dan mengikuti perkembangan teknologi sebab sesuatu yang sudah dikuasai saat ini bisa jadi sudah ketinggalan di masa yang akan datang walaupun pada bidang yang sama. Pelaku dibidang IT harus cepat beradaptasi dengan teknologi yang baru, untuk mengiringi hal tersebut terdapat beberapa syarat profesionalisme di bidang IT yang harus diketahui agar keahlian/skill yang dimiliki tidak teringgal, seperti: dasar ilmu yang kuat pada bidangnya, penguatan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis, bukan dari konsep/teori belaka, dan kemampuan profesional berkesinambungan.

Pekerjaan bi bidang IT tentu saja bukan hal yang dapat berjalan mulus di Indonesia, terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh pelaku di bidang teknologi, seperti kurangnya infrastruktur yang kurang memadai serta ditemui beberapa pelaku IT dengan rendahnya profesionalisme di Indonesia. Terdapat beberapa penyebab rendahnya profesionalisme di bidang IT, seperti: kurang tekun dan bekerja secara maksimal, kurangnya keinginan untuk berkembang mengikuti teknologi, belum adanya konsep yang terdefinisi dan jelas tentang etika profesi pekerja di bidang IT, dan kurangnya organisasi profesional yang menangani para profesional menjadi profesional yang tersertifikasi dan beretika profesi yang baik menjadi penyebab yang umum dijumpai. Sebenarnya sudah ada lembaga sertifikasi namun memiliki beberapa hambatan seperti biaya yang tidak murah apalagi jika harus mengulang karena belum kompeten dan kemampuan yang kurang memadai terhadap penguasaan materi.

Penyebab kurangnya profesionalisme tersebut dapat disiasati dengan mempersiapkan sumber daya manusia(SDM) bidang IT dengan memberikan program pendidikan dan program pelatihan yang dapat mengembangkan kualitas dan keahlian profesional, selain itu menjadi profesional dengan sertifikasi juga sangat penting karena untuk menuju SDM yang baik diperlukan pekerja/profesional IT yang ahli, dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional, sudah diakui resmi oleh pemerintah tentang tingkat keahlian terhadap sebuah profesi, dan memperoleh peningkatan karier. Sertfikasi profesionalisme menjadi poin penting karena untuk menuju pada level yang diharapkan dibutuhkan ahli (expert) dan profesi di bidang IT dapat dikatakan bahwa profesi ini menjual jasa dan bisnis jasa yang bersifat kepercayaan. Kepercayaan tersebut akan semakin kuat jika bukti keahlian di bidang teknologi informasi dapat ditunjukan dengan adanya sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi. Sertifikasi merupakan bukti konkrit yang dapat diketahui secara langsung bahwa sesorang telah ahli dalam suatu bidang. Meskipun hal tersebut lebih di tekankan pada lembaga pendidikan, pelatihan ataupun sertifikasi, tetap saja hal yang paling utama adalah keinginan individu untuk mengembangkan mutu, keahlian dan berusaha memberikan dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya sebagai kunci utama profesionalisme.

Baca juga:   BPF Malang Gandeng FTLC UB Perluas Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Komitmen untuk bekerja dengan profesionalisme harus diimbangi dengan mengoptimalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, mengoptimalkan skill atau keahlian dalam bidang tertentu, keinginan untuk berkembang, meluangkan waktu dan tenaga, serta strategi pencapaian. Profesionalisme merupakan perpaduan karakter yang menunjukkan terdapat tanggung jawab moral dan kompetensi yang dimiliki. Pekerjaan dan profesionalisme adalah dua hal yang tidak bisa terpisahkan, terlepas dari bidang apapun yang dijalani karena profesionalisme berarti berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan yang dijalani, oleh karena itu sebagai pekerja atau profesional harus memahami hal tersebut agar dapat bekerja dengan baik dan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *