Tunda Temui Korban Banjir Jember

Masa Isoman Gubernur Jatim Diperpanjang

Surabaya, SERU.co.id – Selama 20 hari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menjalani masa isolasi di eks rumah dinas Wagub Jatim Jalan Imam Bonjol Surabaya sejak 2 Januari hingga kemarin, Selasa (19/1). Berbagai tugas gubernur masih harus dilaksanakannya secara virtual lantaran hasil swab ulang yang dilakukan belum memungkinkan untuk mengakhiri masa isolasinya.

Termasuk dalam merespon berbagai bencana yang terjadi di Jatim. Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan keinginannya untuk meninjau langsung masyarakat yang terdampak banjir di Jember dan mendistribusikan langsung bantuan. Keinginan itu disampaikannya melalui instagram pribadinya @khofifah.ip.

“Namun, karena hasil swab saya masih harus melanjutkan isolasi, akhirnya distribusi seluruh bantuan ke posko pengungsian, perwakilan keluarga dan beberapa pesantren terdampak banjir dilakukan oleh BPBD dan Dinas Sosial Provinsi Jatim,” tulis Khofifah dalam unggahan instagram yang disertai dengan foto-foto penyerahan bantuan di Kabupaten Jember.

Dari bantuan tersebut, Khofifah berharap masyarakat yang terdampak bencana dapat lebih ringan bebannya.

“Semoga bantuan yang diberikan mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Jember dan bencana ini segera berlalu. Aamiin,” sambung Khofifah.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono secara langsung meninjau Posko dan Dapur Umum Bencana Alam Banjir yang terjadi di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kab. Jember, Senin (18/1) malam.

Turut mendampingi dalam kesempatan itu Kepala Dinsos Prov. Jatim Alwi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov. Jatim Baju Trihaksoro, dan Kepala Bakorwil Jember Tjahjo Widodo. Setibanya di Posko, Heru menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada 15 warga terdampak banjir. Tak hanya itu, Heru juga meninjau dapur umum yang berada dalam satu lokasi Posko Bencana Banjir. Ia ingin memastikan makanan tersebut layak dikonsumsi masyarakat.

Baca juga:   Terduga Teroris Jawa Timur Berafiliasi Al Qaeda

Seusai menyerahkan bantuan, Heru mengatakan, dirinya diminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan penanganan banjir di Jember berjalan dengan baik. Penanganan tersebut harus disertai dengan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir.

“Kami mengecek dan memastikan kesiapan dan ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga terdampak banjir. Warga yang terkena dampak akan langsung diberikan kebutuhan yang telah disiapkan di posko. Seperti sembako, pakaian, obat-obatan, dan makanan,” jelas Heru.

Lebih lanjut dikatakan, sekecil apapun bencana yang terjadi harus segera ditangani bersama-sama. Ini yang juga diimplementasikan dalam kebijakan penanggulangan bencana sebagai komitmen pemerintah daerah di Jatim.

“Bencana adalah bukan hanya tanggung jawab kabupaten, bukan hanya tanggung jawab kota, bukan hanya tanggung jawab provinsi. Namun kalau itu kewilayahan tanggung jawab bersama masyarakat,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, BPBD Provinsi Jatim telah memberikan bantuan berupa beras 1 ton, makanan tambahan gizi 540 paket, lauk pauk 450 paket, mie instan 100 dos, masker kain 1000 pcs, dan tandon lipat 2 set. (mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *