Toko Bumdes Maju Bersama Desa Tunjungtirto Naik Kelas Minimarket Modern Alfamart

Malang, SERU.co.id – Toserba Bumdes Maju Bersama milik Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya naik kelas menjadi minimarket modern. Hal ini terwujud setelah dikerjasamakan bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menjadi minimarket modern Alfamart. Melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA) dan Toko Mitra Alfmart (TMA).

Regional Corcom Manager PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, Mochammad Faruq Asrori mengatakan, kali pertama toko milik Bumdes yang naik kelas menjadi minimarket modern. Harapannya, ada banyak keuntungan yang didapat Bumdes dibandingkan saat menjadi toko konvensional.

“Dengan sistem manajemen retail, dipastikan omzetnya akan lebih meningkat. Dari yang biasanya dibawah Rp 1 juta per hari, bisa meningkat berkali lipat secara bertahap. Kalau di jalur ini, setidaknya bisa Rp8,5 juta per hari,” seru Faruq, sapaan akrabnya.

Alfamart Bumdes Maju Bersama berada di jalur utama Malang-Batu. (rhd) - Toko Bumdes Maju Bersama Desa Tunjungtirto Naik Kelas Minimarket Modern Alfamart
Alfamart Bumdes Maju Bersama berada di jalur utama Malang-Batu. (rhd)

Pasalnya, posisi Alfamart Tunjungtirto ini berada di jalur utama Malang-Batu, dan sekitarnya merupakan sentral industri. Salah satunya, Resto Kluweng Pedes yang juga merupakan aset Bumdes yang dikelola oleh CV. Maju Bersama, dikomandoi oleh Achmad Rofiq.

Dari Alfamart cabang Malang, sudah ada 15 toko konvensional milik perorangan maupun kelompok yang bekerjasama dan bertransformasi menjadi minimarket modern Alfamart. Seperti di Pasuruan, Malang, Kediri dan Jombang.

“Artinya, Alfamart hadir bukan untuk mematikan toko rakyat seperti isu yang beredar selama ini ada. Namun justru maju dan berkembang bersama rakyat,” tandasnya.

Beberapa produk UMKM menjadi jujugan pengunjung. (rhd) - Toko Bumdes Maju Bersama Desa Tunjungtirto Naik Kelas Minimarket Modern Alfamart
Beberapa produk UMKM menjadi jujugan pengunjung. (rhd)

Senada, Kepala Desa Tunjungtirto, Hanik Dwi Martya mengatakan, dengan berdirinya Alfamart di tanah milik Bumdes, tak hanya menguntungkan desa. Namun juga menguntungkan masyarakat desa, dengan terserapnya SDM dan produk UMKM khas Desa Tunjungtirto.

“Harapannya, Alfamart mampu menampung produk UMKM Desa Tunjungtirto melalui kurasi yang dilakukan. Dan masyarakat sekitar juga diberdayakan sesuai spesifikasi SDM yang dibutuhkan Alfamart,” seru Hanik, sapaan akrabnya.

Disebutkannya, dari sekian waktu, baru kali pertama toko milik Bumdes berubah menjadi minimarket modern Alfamart. Dengan pengelolaan ini nilai aset kas desa meningkat, karena nilai sewa aset menjadi pemasukan desa bernilai lebih tinggi.

“Selain itu, ketika omzetnya bertambah, maka ada pendapatan lain dari bagi hasil,” imbuhnya.

Menurutnya, beberapa produk khas Desa Tunjungtirto akan didisplay khusus untuk menarik pembeli. Khususnya wisatawan luar kota yang melewati jalur Malang-Batu tersebut.

“Di Tunjungtirto, produk yang banyak itu Opak Gambir Bunder. Pemasarannya sudah sampai ke luar, hanya packagingnya masih tradisional. Harapannya, dengan fasilitasi Alfamart bisa lebih dikenal lagi secara meluas,” tandasnya. (rhd)


Baca juga: