Tingginya Kematian Nakes, Begini Penjelasan Sutiaji

Malang, SERU.co.id – Sebagai garda terdepan, tenaga kesehatan (nakes) rentan terhadap penularan covid-19. Bahkan ancaman nyawa pun setiap saat membayangi para nakes. Dimana kasus kematian pada nakes cukup tinggi.

Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan, tingginya kematian nakes karena tugasnya dalam mengurus pasien yang terpapar Covid-19.

“Disini kan ada rumah sakit rujukan provinsi. Dia menerima pasien dari berbagai macam daerah. Jadi resiko kematiannya tinggi, kadang overload, tidak dilayani, tapi ini merupakan tugas kemanusiaan,” seru Sutiaji, di NCC Balaikota, Rabu (27/1/2021).

Seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) dimana tingkat kematiannya menembus 8 sampai 10 orang per hari.

“Kita sudah mulai ada penekanan karena RS-RS kita itu kan bukan milik kita saja. Yang kemarin ramai, RSSA sekian yang meninggal. Tapi itu bukan warga Kota Malang saja,” ungkap Sutiaji.

Langkah Pemkot Malang untuk menekan tingginya kematian bekerjasama dengan beberapa pihak terkait. Di antaranya berkoordinasi dengan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Agar seminimal mungkin nakes tidak terpapar Covid-19.

Langkah selanjutnya adalah vaksin. Vaksin tahap pertama akan segera dilakukan di Kota Malang. Harapannya sebagai ketahanan tubuh para nakes yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Sesungguhnya kita pelan tapi pasti upaya penekanan kematian Covid-19. Terlebih sebentar lagi ada vaksin. Bukan setelah vaksin kita langsung peluk-pelukan dengan Covid-19, itu tidak. Tapi vaksin itu memberikan ketahanan tubuh kita, kalau terpapar resiko kematiannya rendah,” tandas Sutiaji. (ws1/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *