Tim Gabungan Siap Laksanakan Operasi Zebra Semeru 2021

Malang, SERU.co.id – Polresta Malang Kota memimpin tim pasukan Operasi Zebra Semeru tahun 2021 yang merupakan gabungan instansi terkait. Yaitu, gabungan Polresta Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang, Denpom V/3 Malang, Dinas Perhubungan serta Satpol PP Kota Malang.

Operasi Zebra Malang Kota pun mulai berlangsung, hari ini, Senin (15/11/2021) hingga Minggu (28/11/2021). Apel gelar pasukan Operasi Zebra Semeru tahun 2021 merupakan persiapan pengamanan perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

“Selain persiapan Nataru, kami juga melaksanakan operasi yustisi terhadap pelanggaran protokol kesehatan covid-19,” seru Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto.

Dalam kesempatan itu, AKBP Budi Hermanto, bersama Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona, meninjau kesiapan pasukan tersebut di Mapolresta Makota, Jalan JA Suprapto.

Buher, sapaan akrab Kapolresta Makota, membacakan amanat Kapolri terkait operasi zebra yang akan berlaku di Malang dan Indonesia ini.

“Permasalahan di bidang lalu lintas, dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk,” ucap Buher, membacakan amanat Kapolri.

Warga memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital. Operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan handphone).

Modernisasi ini perlu mendapat respon cepat dengan inovasi dan kinerja polri, khususnya Polantas. Sehingga, polisi mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut.

Polisi lalu lintas terus berupaya melaksanakan program prioritas Kapolri untuk transformasi menuju Polri yang presisi. Pelaksanaan operasi zebra tahun ini masih dalam situasi pandemi covid-19, meskipun saat ini penyebarannya sudah dapat terkendali.

Namun demikian, masyarakat tetap harus waspada, karena saat ini sudah ada varian terbaru. Yaitu Delta Plus AY.4.2 yang penularannya lebih cepat ketimbang varian covid 19 lainnya.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi 5M dan 3T harus tetap terlaksana dengan meningkatkan operasi yustisi berkolaborasi dengan Pemda dan TNI setempat. Perluasan cakupan vaksinasi keberhasilan jawa timur dalam menekan laju penyebaran covid-19 berimbas kepada adanya penurunan level PPKM.

Beberapa kab/kota menjadi level 1 dan 2, sehingga mengakibatkan terbukanya beberapa fasilitas umum. Seperti sekolah, tempat wisata, bandara, tempat hiburan dan lain-lain.

Kapolri menyebut, hal tersebut harus terkelola dengan baik. Dengan cara menggandeng stakeholder masing-masing. Agar tidak menimbulkan kluster baru penyebaran covid-19, terutama menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2022.

Efek lain dari pembukaan beberapa fasilitas umum tersebut, adalah peningkatan mobilitas kendaraan. Terutama menjelang libur Natal dan tahun baru 2022. Oleh karena itu, untuk mengurangi mobilitas masyarakat, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan meniadakan cuti bersama.

Sehingga Operasi Zebra bisa sosialisasi terkait kebijakan tersebut kepada masyarakat luas. Dengan harapan, dapat mengurangi mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan tahun baru.

Adanya peningkatan pergerakan moda transportasi akhir-akhir ini juga berdampak kepada adanya kemacetan di beberapa ruas jalan. Alhasil, ada peningkatan angka pelanggaran serta laka lantas di wilayah Jawa Timur.

Bahkan menurut data dari Ditlantas Polda Jatim, data kematian akibat laka lantas selama 2021 sekitar 5.000 orang. Per harinya sekitar 5 -10 orang meninggal. Hal ini sangat memprihatinkan. Karena angka tersebut hampir sama dengan data kematian akibat covid-19.

Melihat tingginya angka kematian akibat laka lantas tersebut, perlu adanya edukasi yang intens kepada masyarakat lewat Operasi Zebra. Khususnya kepada kaum milenial agar lebih tertib berlalu lintas. (jaz/rhd)


Bac juga: