Terbakar Cemburu, Tunangan Pukuli Perempuan Penjaga Konter

Malang, SERU.co.id – Video viral kekerasan yang diunggah akun instagram @malangraya_info menuai kritikan oleh para netizen. Pihak berwajib belum bisa mengambil tindakan, karena belum ada laporan.

Video berdurasi dua menit lima belas detik terlihat perseteruan yang berlanjut tindak kekerasan seorang pria pada seorang wanita penjaga konter seluler. Pria tersebut memaksa melihat handpone milik wanita, tapi sang wanita menolak. Hingga sang pria melayangkan pukulan berkali-kali mengenai kepala.

“Memang benar kejadian itu ada di Kota Malang, di salah satu konter di daerah Kedungkandang. Kita sudah ke lokasi, sudah melakukan lidik dan klarifikasi disana,” seru Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, di Mapolresta Malang Kota, Kamis (29/4/2021).

Pihak berwajib masih menunggu, karena dari pihak korban belum melakukan pelaporan. Selain itu, kepolisian masih melakukan klarifikasi atas beredarnya video viral tersebut.

“Alhamdulillah, kita berhasil menemukan korban maupun yang terduga pelaku disana. Kita masih komunikasi, memang belum ada laporan,” beber Tinton, sapaan akrabnya.

Tinton menambahkan, pihaknya belum bisa memutuskan lebih lanjut. Namun mendatangkan korban dan terlapor untuk dimintai keterangan, lantaran video kekerasan sudah tersebar luas di media sosial.

“Secara persuasif sudah. Viral kejadian ini di media sosial, sehingga kami arahkan kedua belah pihak untuk datang ke Polres. Untuk kita lakukan klarifikasi sementara ini,” ungkapnya.

Kejadian tersebut berdasarkan video, terjadi sekitar pukul 18.45. Usut punya usut, diduga pria dalam video tersebut melakukan tindakan kekerasan karena diduga kekasihnya berselingkuh.

“Kalau hubungan mereka berdua ini adalah tunangan. Untuk sementara kecemburuan saja. Atas dasar kecemburuan itulah diduga pelaku laki-laki melakukan kekerasan,” terang Tinton.

Baca juga:   Tempat Hiburan Malam Buka di Bulan Ramadan, Bakal Ditertibkan

Diketahui kejadiannya Rabu (28/4/2021) malam di HTM Cell, daerah Pasar Kebalen Kota Lama, Kecamatan Kedung Kandang. Dua muda-mudi tersebut belum genap usianya kepala dua.

“Saya belum bisa beritahu lebih jelas, masih dalam proses klarifikasi. Karena dalam video sekitar jam 19 itu kita masih perlu pendalaman,” ujarnya.

Sementara respon netizen dalam video yang diunggah di @malangraya_info beragam, seperti halnya @mr.cakel mengatakan, bagaimanapun seorang laki-laki harus bisa mengendalikan emosi, tidak sepantasnya menyakiti perempuan.

“Apa pun masalahnya, wong lanang kudu iso mengendalikan emosine, opo maneh mungsuh wong wedok yg seperti ini ojok di conto yo min,” (orang laki-laki harus bisa mengendalikan emosinya. Terlebih pada seorang perempuan, seperti ini jangan di contoh ya min),” katanya.

Lain halnya @okimmoteng menyayangkan kejadian tersebut, anak perempuan yang dibesarkan oleh ayahnya bisa-bisanya diperlakuka seperti itu.

“Lek emang selingkuh karek tinggalen gak usah digepuki kayak ngono masio mangkel wes tunangan. Deke digedekno mak bapake gak gawe tangan digepuki dikampleng dikonokno mas. (Kalau memang selingkuh sudah tinggal saja tidak usah pakai memukul seperti itu meskipun sudah bertunangan. Dia dibesarkan Ibu Bapaknya bukan pakai tangan dipukuli mas),” sewotnya.

“Arek wedok iku digedekno mak bapak e ambek kasih sayang, cinta, bondo, susah payah. Lek anakmu dikonokno opo ora mangkel. Urip iku gampang (Anak perempuan itu dibesarkan ibu bapaknya dengan kasih sayang, cinta, susah payah. Bagaimana kalau anakmu dibegitukan apa tidak sebal),” timpalnya. (ws1/rhd)


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *