Temukan Suhu Tinggi, Tujuh Pengendara di Tes Swab

Malang, SERU.co.id – Masih banyak ditemukan pengendara yang tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 di pos penyekatan exit tol Madyopuro. Selama tiga hari, ada tujuh orang yang telah diswab dan hasilnya negatif.

Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Malang, Sukardi menuturkan, persiapan pengecekan swab yang dilakukan oleh petugas kesehatan sudah maksimal. Total pengendara yang diswab per pukul 12.00, ada tujuh orang.

img 20210508 wa0031
Kepala UPT Labkesda Kota Malang, Sukardi. (ws1)

“Sementara ini masih tujuh orang yang diswab, dari tujuh tersebut semuanya negatif. Kalau tadi malam 17, negatif semua,” seru Sukardi, di pos penyekatan exit tol Madyopuro, Sabtu (8/5/2021) siang.

Meskipun ada kepentingan tugas, ibu hamil, orang sakit, dan menjenguk keluarga yang meninggal, sebagaimana keputusan Permenhub. Ditegaskannya, pengendara tetap wajib menunjukkan hasil rapid tes negatif. Berbeda dengan masyarakat sipil yang mempunyai keperluan seperti diatas.

“Kalau masyarakat harus ada surat pengantar dari Lurah atau Kepala Desa. Kalau tidak ada itu, ya tetap harus putar balik,” jelasnya.

Menurut Sukardi, pengendara yang dirapid tes adalah wilayah rayon aglomerasi dengan kepentingan yang dikecualikan. Selain itu, juga masyarakat dalam rayon, karena banyak yang melakukan mobilisasi. Misalnya orang Pasuruan ke Malang, atau orang Kota Batu ke Kota Malang.

“Kita yang ada di Kota Malang, bisa kita rapid antigen untuk tujuan skrining,” pungkasnya, kepada SERU.co.id.

Senada Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polresta Malang Kota, AKP Suwarno mengatakan, kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Malang melalui Labkesda, sebagai tugas lapangan guna pendisiplinan dan pencegahan, karena pandemi belum berakhir.

img 20210508 wa0032
Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polresta Malang Kota, AKP Suwarno. (ws1)

“Kalau pengendara yang dites itu positif, langsung kita bawa ke safehouse,” terangnya.

Baca juga:   Pemkot Malang Edukasi Pra Nikah Kalangan Millenial

Lebih lanjut, Suwarno menambahkan, bagi pengendara yang tidak membawa surat sehat swab atau antigen, tidak ada surat jalan baik dari perusahaan, maupun pribadi dari kelurahan, akan diarahkan putar balik.

“Terpaksa oleh petugas harus putar balik untuk memutus penyebaran covid itu sendiri,” ungkapnya.

Sementara orang yang ber-KTP satu wilayah rayon diperbolehkan masuk, namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Semisal 50 persen kapasitas mobil yang biasa diisi sembilan sampai sepuluh, harus diisi empat atau lima.

Jika melanggar, pihaknya akan mengarahkan putar balik, semisal dalam satu mobil diisi tujuh orang. Sejauh ini, selama tiga hari penyekatan, belum ditemukan yang melanggar prokes dari sisi kapasitas penumpang.

“Sebelumnya dilakukan langkah seperti pengukuran suhu dengan thermo gun. Bila dinyatakan tidak sehat baru kita suruh putarbalik,” tandasnya. (ws1/rhd)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *