Tarik Minat Pembeli, Pasar Bunulrejo Rutin Senam Bersama & Bagi Wedhang Uwuh

Malang, SERU.co.id – Di tengah situasi pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19, warga Kota Malang memiliki cara sendiri untuk membangkitkan perekonomiannya. Salah satunya, pedagang di Pasar Bunulrejo mengadakan senam bersama setiap Kamis untuk menarik pembeli.

Pengelola Pasar Bunulrejo, Kota Malang Jumar Ngadiono SE menuturkan, selain untuk menaikkan daya tarik pembeli, kegiatan senam bersama ini juga untuk menjaga kesehatan dan stamina pedagang dan pembeli. Kegiatan senam bersama ini dilaksanakan rutin setiap Kamis pukul 09.00 hingga 10.00. Pesertanya, yakni pedagang pasar, warga sekitar, dan pembeli.

“Jadi sambil berjualan, ikut senam dan pembeli juga bisa ikut senam. Rencananya akan kita pertahankan supaya tetap sehat,” seru Jumar, yang telah menjadi pengelola Pasar Bunulrejo mulai tahun 2017 itu.

Kegiatan senam bersama ini berawal murni ide pedagang melalui paguyuban setelah meminta izin kepada pengelola pasar. Sebagai upaya menarik minat pembeli, juga solusi mengatasi pasar yang masih sepi akibat pandemi covid-19. Paguyuban pasar juga memberikan gratis ‘wedhang uwuh’ setelah kegiatan senam bersama.

“Harapannya sajian wedhang uwuh ini akan menarik pembeli. Dimana informasi dapat disampaikan melalui mulut ke mulut, kata pembeli di Pasar Bunul kalau Kamis ada wedang uwuh gratis. Jadi bisa ada tambahan pembeli ya Alhamdulillah,” beber Jumar.

Senada, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Muhammad Syailendra ST MM menuturkan, salah satu tugas pokok dan fungsi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Diskopindag adalah pembangunan atau revitalisasi pasar. Tujuannya untuk meningkatkan daya tarik konsumen untuk kembali ke pasar rakyat.

Selanjutnya, pembangunan fisik juga harus dibarengi dengan pembangunan secara non fisik kepada pedagang dan konsumen. Untuk itulah perlu ada inovasi agar konsumen kembali ke pasar rakyat. Diskopindag memberikan apresiasi dan dukungan positif atas inisiasi tersebut.

“Hal ini sejalan dengan inovasi Sekolah Pasar Pedagang Cerdas (Sepasar Pedas),” ujarnya.

Syailendra menambahkan, Pasar Bunul menjadi satu-satunya pasar yang akan mewakili Jawa Timur dalam lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di tingkat nasional. Lomba yang mengutamakan keamanan bahan pangan yang ada di dalam pasar yang telah menjalani uji lab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan menekankan sumber daya manusia yang lebih aktif dan berkualitas.

“Konsep pasar sehat di Kota Malang akan terus ditingkatkan. Tidak hanya secara lingkungan, tetapi juga kepada pelaku pasar.  Model-model gaya sehat pedagang pasar juga akan terus dioptimalkan di semua pasar rakyat yang diharapkan aktivitas para pedagang dan pengunjung juga lebih nyaman,” paparnya.

Lain halnya, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji sangat mengapresiasi langkah para pedagang untuk meningkatkan pendapatan. Namun demikian, Sutiaji tetap meminta kepada para pedagang, pembeli, atau masyarakat yang ikut senam tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pihaknya terus mengajak seluruh jajaran di lingkungan Pemkot Malang dan masyarakat untuk menguatkan perputaran roda perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

“Salah satunya dengan menguatkan ekonomi kerakyatan, serta menghidupkan nilai-nilai budaya yang ada di pasar rakyat,” pungkas Sutiaji. (jaz/rhd)


Baca juga: