Tambah Pundi-pundi Prestasi, MTsN 1 Catatkan 67 Prestasi Internasional

Kota Malang, SERU – Raihan prestasi MTsN 1 Kota Malang terus berkelindan. Usai mencatatkan 66 prestasi internasional, kali ini MTsN 1 menambah 1 pundi prestasi internasional lagi. Sehingga total 67 prestasi internasional. Adalah Muhammad Alim Majid, siswa kelas 8K dan Muhammad Ismail Umar, siswa kelas 9F, telah meraih medali emas tingkat internasional dalam ajang International Exhibition Young Inventors (IEYI) 2019, di Serpong, 23-25 Oktober 2019 pekan lalu.

Dalam ajang dimana Indonesia sebagai tuan rumah, kedua siswa andalan MTsN 1 ini, merupakan salah satu dari dua tamu undangan yang diajak berkompetisi di ajang IEYI 2019. Lantaran sebelumnya mereka meraih juara 1 (medali emas) dalam ajang Madrasah Young Research (Myres) Bidang Saintek tingkat Nasional, di Manado, 16-19 September 2019 lalu.

“Sebelumnya kami menang di Myres, kemudian kami diundang LIPI untuk melawan 15 perwakilan negara lainnya di IEYI. Yang pasti kesulitan lebih tinggi, karena kami harus memaparkan dalam bahasa Inggris di hadapan 5 juri asing, dengan mengusung konsep kreatifitas, ekonomi, original karya, prestasi atau penghargaan yang didapat, dan lainnya,” seru Alim Majid, diamini Ismail Umar, yang mengusung judul yang sama “Magic Fan for Physically Disabled Children”.

Mereka mengaku terinspirasi dari produk sejenis dari Jepang, yang harganya mencapai di kisaran Rp 450 ribu. Namun dengan konsep teknologi ciptaannya, produk tersebut dibuat lebih murah dan lebih aman digunakan, terutama oleh anak-anak penyandang disabilitas, khususnya tuna daksa. Pasalnya, alat ini telah diujicobakan dan dibuat proses pembelajaran terkait mekanismenya di YPAC Malang.

“Kami menggunakan konsep konduktor listrik pengganti kabel. Cukup membuat garis sebagai penghubung sumber listrik ke komponen agar bisa menyala tanpa kabel. Kami menggunakan media penghubung berbahan organik yaitu Blimbing Wuluh. Dimana blimbing wuluh memiliki unggulan keasaman yang tinggi, sehingga menjadi larutan elektrolit atau konduktor yang baik,” terang Alim.

Baca juga:   Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Khofifah Kagum IKM Shuttlecock Lamongan
Bersama juara 3 Porseni MTs Jatim. (rhd)

Senada, Lailatul Chusniah, salah satu guru pembina keduanya, mengatakan dua pemenang pertama tingkat MTs dan MA dalam ajang Myres mendapatkan undangan dari LIPI untuk mengikuti IEYI bergabung bersama 23 tim dari Indonesia. “21 tim dari LIPI dari ajang sebelumnya, ditambah 2 tim tamu Myres, bersama membawa nama Indonesia untuk bertanding melawan 15 negara lainnya. Dengan persiapan khusus, terutama bahasa Inggris dan konten materi, alhamdulillah bisa meraih emas. Selain uji beberapa alat agar lebih sempurna dan bermanfaat maksimal bagi tuna daksa,” terang Lely, sapaan akrabnya.

Lely menambahkan, beberapa pihak juga berminat untuk membeli hasil karyanya. Namun, masih butuh proses paten agar bisa dijual bebas. Karena tak hanya sekedar hasil penelitian, namun bisa diaplikasikan kepada anak-anak penyandang disabilitas. “Ada 3 hal penting yang dinilai juri, yaitu kreatifitas, produktifitas, dan operasional alat. Nah, karya anak-anak ini mampu menarik perhatian para dewan juri, hingga menanyakan kapan bisa diperjualbelikan?” tandas Lely.

Sementara itu, Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd, mengaku bersyukur atas peningkatan prestasi siswa-siswi MTsN yang diakui secara internasional. Pasalnya, catatan raihan 67 prestasi internasional ini baru terpecahkan sepanjang sejarah berdirinya MTsN 1 Kota Malang. “Ini membanggakan sekaligus tantangan di tahun mendatang, apakah bisa mengulang atau lebih baik? Dan ini, InsyaAllah akan terus bertambah. Sebab ada 9 anak yang bertanding pada WSC di Amerika Serikat, pada pertengahan November nanti,” beber Samsudin.

Tak hanya prestasi internasional, namun jumlah prestasi di tingkat lokal hingga nasional pun terus bertambah. Salah satunya yang terbaru, tim Porseni MTsN 1 yang berhasil meraih 3 besar Porseni MTs Jawa Timur 2019, di Ponorogo, 22-25 Oktober 2019, dengan perolehan 4 medali emas, 3 perunggu dan 2 harapan. “Ini semua berkat kebersamaan semuanya. Selain para siswa, juga guru pendamping, pelatih, orang tua, komite dan sekolah. Kita bersyukur atas raihan prestasi ini,” tandas Samsudin. (rhd)

Baca juga:   Wisudawan Terbaik ITN Lahirkan Penelitian Kreatif dan Inovatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *