Syekh Ali Jaber Wafat, Pernah Minta Dimakamkan di Lombok

Malang, SERU.co.id – Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka tanah air Indonesia, khususnya bagi umat Islam. Pendakwah Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia Kamis (14/1/2021) pukul 08.30 WIB dalam keadaan negatif Covid. Setelah sebelumnya dai asal Madinah, Arab Saudi itu, menjalani perawatan intensif sejak Selasa (29/12/2020).

Kabar duka ini dibenarkan Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al-Habsyi, secara singkat, Kamis (14/1/2021).

“Bismillah, Walhamdulillah..


إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ○
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا

Telah Wafat Guru kita, SYEKH ALI JABER (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber)
Di RS Yarsi Hari ini, 14 Januari 20211 Jumadil Akhir 1442 HJam 08.30 WIB dalam keadaan Negatif Covid.
Kita ikhlaskan kepulangan beliau kepada Rabbnya.


Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau.


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ

Do’akan Syekh Ali ya..

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,” tulis Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi, dalam keterangannya.

Sebelumnya, kondisi pemilik nama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber menunjukkan perkembangan yang baik. Selama dirawat intensif, kesehatan Syekh Ali Jaber terus memperlihatkan perkembangan baik setiap harinya.

“Alhamdulillah wa syukurillah, berdasarkan laporan observasi medis harian, keadaan Syekh Ali Jaber Selasa 5 Januari 2021 menunjukkan perkembangan yang amat baik,” jelas Habib Abdurrahman Al-Habsyi, waktu itu.

Abdurrahman meminta kesediaan masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Syekh Ali agar bisa kembali berdakwah. “Di hari yang baik ini, mari kita terus doakan dibantu washilah amal saleh, semoga pemulihan kesehatan Syekh Ali Jaber bisa lebih cepat lagi,” terangnya.

Kendati belum ada pernyataan resmi dari keluarga, beberapa waktu lalu Syekh Ali Jaber pernah berujar ingin dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Syekh Ali Jaber mengatakan,  Lombok merupakan rumahnya sebab kakeknya pernah berjuang melawab Jepang di Lombok. 

Baca juga:   Malang Raya Sepakati PSBB dengan Kearifan Lokal

“Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok,”  kata Syekh Ali Jaber. (hma/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *