Sukses Berkelanjutan ala VBT, Luncurkan Aplikasi Sobo Genting VBT

Malang, SERU.co.id – Ibarat kepalang tanggung, Satgas Covid-19 Perumahan Vila Bukit Tidar (VBT) tiada henti berinovasi mengembangkan ide kreatif Jaring Pengaman Sosial (JPS) dengan konsep gotong royong.

Berawal dari membantu warga terdampak pandemi Covid-19 dengan pembagian sembako dan voucher belanja, serta menggeliatkan perekonomian warga dengan konsep gerakan belanja di warung tetangga melalui Pasar Tetangga (Online) VBT. Kali ini Satgas Covid-19 dan warga VBT bahu membahu menggali dan mengembangkan potensi VBT dengan aplikasi Sobo Genting VBT atau http://sobogentingvbt.com.

“Seperti pesan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat peresmian VBT sebagai Kampung Tangguh, agar konsep Tangguh Ekonomi yang dimiliki VBT bisa berlangsung tak hanya hingga masa pandemi berakhir, namun bisa bermanfaat berkelanjutan. Maka konsep aplikasi Sobo Genting VBT menjadi kelanjutan dua program sebelumnya,” terang Akhmad Muwafik Saleh, SSos, MSi, Ketua Satgas Covid VBT.

Ketua Satgas Covid-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, SSos, MSi. (rhd)

Durasi program yang dijalankan pun terbilang taktis dan strategis. Dimulai sejak Sabtu (11/4/2020) dengan pembagian sembako dan voucher belanja untuk 120 KK terdampak setiap minggu, kemudian dilanjutkan peluncuran Kampung Tangguh dan Pasar Online VBT yang melibatkan 200-an pedagang VBT, Minggu (14/6/2020). Tak lama berselang, mengembangkan aplikasi Sobo Genting VBT. Yakni aplikasi yang menghimpun seluruh potensi warga VBT dan sekitarnya yang dikembangkan menjadi sentra bisnis, edukasi, dan pertanian/perikanan.

“Sobo merupakan bahasa Jawa yang berarti kunjungan. Harapannya warga luar ramai-ramai mengunjungi VBT. Karena masih dalam pandemi, maka bisa reservasi melalui aplikasi http://sobogentingvbt.com/, sehingga kami bisa mengontrol kunjungan sesuai protokol kesehatan (prokes),” beber Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan FISIP UB ini.

Ragam menu Pasar Tetangga VBT. (ist)

Berbagai aktifitas menarik bakal tersedia di Sobo Genting VBT ini, seperti Pasar Online VBT, warung warga yang menjual barang dan jasa; Kampung Jadoel, yang direncanakan Agustus jika memungkinkan/usai pandemi; Pesta Tani, panen besar dari berbagai budidaya warga VBT dan sekitarnya; Sobo Edukasi, edukasi manajemen kampung tangguh dengan menggiatkan budidaya ikan dalam ember (Budidamber); dan literasi lainnya.

Baca juga:   Vaksin Corona Indonesia Siap Edar 2022

“Lokasi sentra akan kami tempatkan setelah pintu gerbang. Dengan konsep tersebut akan memutus tengkulak. Sehingga petani akan mendapat keuntungan berlebih dan pembeli juga akan mendapat harga jauh lebih murah, karena barangnya langsung dari petani. Selain itu,  souvenir kaos, udeng, dan masker akan diberikan cuma-cuma bagi pengunjung Sobo Genting VBT,” tutur pengasuh pesantren mahasiswa Tanwir al Afkar Malang ini.

Info grafis warga terdampak, sebelum dan sesudah JPS. (ist)

Melalui survei Google Form terkait JPS, dari 120 warga terdampak kini tinggal 50 KK saja, sisanya 70 KK mampu bangkit dan ikut menolong yang lain. Sementara dari omzet pedagang pun terus melonjak signifikan.

“Sebelum ada pasar online, 77% warga pedagang berpenghasilan Rp 0-100 ribu per hari. Setelah ada pasar online, naik sekitar 50%, artinya berpindah ke rentang lebih tinggi. Seperti rentang Rp 100-250 ribu dari 12% naik jadi 27% per hari. Sementara penghasilan Rp 250-500 ribu dari 3% naik menjadi 13% per hari. Hingga di atas Rp 1 juta sekitar 9%,” beber dosen FISIP UB ini.

Tim Satgas Covid-19 VBT diundang berbagi ilmu Kampung Tangguh VBT. (ist)

Keberhasilan VBT ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Tak hanya dari Malang Raya, namun juga beberapa daerah mulai menimba ilmu pengelolahan kampung tangguh, mulai dari Kediri hingga Tangerang. Bahkan beberapa pihak mengundang perangkat VBT untuk berbagi ilmu. Seperti Ketua RW 11 Merjosari Malang, Yudi Purwanto, berbagi pengalaman di Kediri.

“Kami ingin mengimplementasikan konsep JPS, Kampung Tangguh, Pasar Online, dan Sobo Genting VBT ini di sekitar kantor Lazis di Perumahan Kwadungan Kediri. InsyaAllah bulan Juli atau Agustus, kami akan studi banding sekaligus kunjungan balasan,” jelas Dedy Eko, Direktur Lazis Al Haromain Kota Kediri. (rhd)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: