Strategi Mahasiswa UMM Membangkitkan UMKM Desa Tlekung Menggunakan Pemasaran Online Berbasis Website

Desa Tlekung adalah salah satu desa yang memiliki umkm cukup banyak di Kota Batu. Umkm yang ada dalam desa ini antara lain meliputi minuman instan, makanan ringan, coklat, telor asin dan masih banyak sebagainya. Banyak umkm di desa tlekung ini yang berpotensi jika pengembangan dan pemasarannya bagus.

Salah satu usaha mikro yang terkenal di desa Tlekung adalah umkm “Mandiri Sukses” yang memiliki nama produk “Batu Coklat”. Usaha “Mandiri Sukses” ini sendiri digawangi oleh ibu Erik dan juga bapak  Awwaludin Yanos sebagai suami. Ibu Erik beseerta suami sendiri mulai merintis usahanya pada tahun 2012.

Awal berdirinya usaha “Mandiri Sukses” ini sendiri dilandasi oleh pemikiran, bahwa kota Batu dan Malang ini identik dengan buah apel. Jika ada orang luar kota seperti dari Jakarta, Surabaya ingin membawa buah apel ke halaman rumah mereka akan busuk dan juga berat. Maka dari situlah muncul ide untuk mengolah buah apel ini menjadi olahan makanan. Agar rasa apel tidak monoton buah dan lebih disukai oleh lebih banyak orang yang melancong ke kota Batu dan juga Malang.

Olahan makanan yang dihasilkan oleh umkm ini sendiri awalnya berpusat pada apel seperti coklat apel, dodol apel, brownies apel, dan juga apel krispi. Namun sekarang ini sudah banyak olahan – olahan lain yang berada dalam usaha ini, seperti teng – teng apel, choco durian, choco matcha, chocoball tiramisu dan masih banyak lagi lainnya.

Meskipun banyak sekali produk yang di hasilkan dalam umkm ini ada beberapa produk yang menjadi favorit atau best seller. Produk – produk yang menjadi best seller adalah olahan apel, mulai dari coklat apel, dodol apel, brownies apel, apel krispi dan teng – teng malangan.

Baca juga:   Beberkan Capaian Kasus Kriminal 2020, Kapolresta Makota Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Teng – teng malangan adalah salah satu produk dari umkm “Mandiri Sukses” yang booming di masyarakat. Ini dikarenakan rasa yang enak dan juga harga yang terjangkau.  Teng – teng malangan sendiri adalah perpaduan antara coklat, kacang dan juga wijen di dalamnya. “Teng – teng malangan ini memang ini memang juara rasnaya”, ujar bu Erik.

Hasil produksi sendiri di jual secara online dan juga offline. Penjualan offline sendiri dipasarkan untuk area Batu dan juga Malang. Ini mengingat pelaku umkm menginginkan produk yang dibuat ini dijadikan oleh – oleh khas kota Batu dan Malang. Ada pula sales yang mengambil hasil produksi untuk dipasarkan di Surabaya. Penjualan yang dilakukan secara online sendiri sudah sampai diberbagai daerah. Terakhir kemarin baru dikirim ke daerah Nusa Tenggara Barat.

Meskipun umkm ini sudah dikatakan maju, namun dampak dari adanya pandemi covid-19 ini sangat berpengaruh bagi proses produksi yang di hasilkan oleh umkm ini. Bisa dikatakan umkm ini berhenti produksi sama sekali dalam kurun waktu empat bulan. Ini dikarenakan sepinya pelancong yang datang ke kota Batu dan Malang.

Setelah berhenti selama empat bulan lamanya, usaha milik Bu Erik ini sedikit demi sedikit mulai untuk memproduksi lagi. Ini dimulai dari dua bulan terakhir ini. Tepatnya di bulan Oktober, sudah mulai ada proses prosuksi pembuatan coklat, brownies dan lain sebagainya.

Bu Erik juga mengatakan, jika biasanya di akhir tahun seperti ini karyawan yang bekerja dengannya tidak ada libur sama sekali “Biasanya kalau akhir tahun gini malah gak ada libur sama sekali malah di tambah lembur”. Tetapi yang terjadi tahun ini karyawan masuk sesuai dengan jam kerja, selama lima hari dalam satu minggu.

Baca juga:   SMK PGRI 3 Kota Malang Buka Jalur PPA Bagi Siswa Berprestasi

Besar harapan Bu Erik dan juga suami untuk umkm yang mereka jalankan ini. Harapan mereka tentang kualitan dan kuantitas tetap dijaga dan semakin tinggi. Tapi tak muluk – muluk untuk yang paling dekat ini mereka berharap agar pandemi ini segera berakhir, usaha yang di jalankan juga dapat kembali normal kembali seperti semula.

Maka di era pandemi covid-19 PMM UMM 94 hadir untuk membantu strategi pemasaran Bu Erik dengan melakukan penjualan online. Untuk memperlancar penjualan online yang diperuntukkan bagi masyarakat umkm, kami PMM UMM 94 membantu dalam proses pembuatan platform website, dengan adanya pembuatan website diharapkan pemasaran pada penjualan umkm menjadi lebih meningkat dan banyak peminat. Selain itu dalam mewujudkan marketing pada masyarakat Kota Batu khususnya Desa Tlekung, kami juga memberikan sosialisasi mengenai Covid-19, pada masa pandemic seperti ini, masyarakat umkm juga perlu menjaga dan mengantisipasi adanya virus covid-19 ini. Perlu adanya peningkatan kesehatan atau keamanan salah satunya, dapat ditinjau dari segi kualitas barang yang dijual, apakah dirasa aman untuk pembeli atau tidaknya.

Dalam program kerja yang kami buat, PMM UMM 94 tidak hanya membantu umkm pengolahan buah apel saja, namun kami juga meninjau umkm lainnya. Salah satunya yaitu pengolahan lidah buaya menjadi kemasan bubuk, dan juga meninjau umkm penjualan telur asin. Dari berbagai umkm yang kami kunjungi, dari 3 pemasaran tersebut memiliki proses dan cara pembuatannya masing-masing. Proses pembuatan cukup memakan waktu yang lama untuk produksi kemasan bubuk lidah buaya dan telur asin. Untuk itu kami PMM UMM 94 mengharapkan agar marketing yang telah kami hadirkan dan tingkatkan untuk umkm Desa Tlekung dapat membantu perekonomian dan penjualan yang lebih baik lagi.

Baca juga:   KPK Geledah Balaikota Among Tani Batu, Terkait Dugaan Korupsi Gratifikasi 2011-2017

Nama : PMM UMM KELOMPOK 94 GELOMBANG 14
Kampus : Universitas Muhammadiyah Malang
Jurusan : Informatika / Fakultas Teknik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *