STIE Malangkucecwara Tuntaskan 1.000 Dosis Vaksin Kedua

MalangSERU.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara (d/h. ABM) sukses memvaksin 1.000 dosis kedua. Sebelumnya vaksin dosis pertama juga dilaksanakan akhir Agustus 2021 kemarin.

Sekretaris Satgas Covid-19 STIE Malangkucecwara (ABM), Fera Tjahjani SE MM Ak CA mengatakan, ini jauh lebih mudah dibandingkan vaksin pertama. Dimana vaksin pertama harus mengkolektif data, share, pendaftaran di google form, konfirmasi dan sebagainya.

“Kalau vaksin kedua ini jauh lebih mudah, karena rata-rata justru mereka yang aktif. Mereka tanya ke kita, kapan ini ada vaksin lagi,” seru Fera Tjahjani, di ABM, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi jenis Sinovac ini atas kerjasama Kodim 0833. Dosis 1.000 menyasar sebagian mahasiswa tidak terlalu crowded. Karena sebelumnya telah mendapat jatahnya masing-masing.

Dosen Akuntansi tersebut menuturkan, jumlah vaksinator ada 23 orang yang berasal dari Dinkes. Sementara soal jadwal vaksin, peraturan vaksinasi kedua yakni setelah 28 hari pasca dosis pertama.

“Kodim memutuskan harinya, ya kita ikut hari Kamis,” bebernya.

Vaksinasi kali ini berbeda dengan dosis pertama. Dimana usia lansia tidak sebanyak dahulu, karena memang sasarannya mahasiswa ABM khususnya. Lebih lanjut, vaksinasi ini juga sebagai bentuk percepatan herd immunity.

“Yang banyak usia produktif, usia mahasiswa, mahasiswa luar juga vaksin disini,” ujarnya.

Menyongsong pendidikan secara offline, kampus telah menyebarkan surat izin kepada orang tua. Pembelajaran secara blended learning bakal diterapkan jika situasi sudah diperbolehkan. Diprioritaskan angkatan 2020 dan 2021 disertai kelengkapan persyaratan dengan mengupload ketentuan.

“Yang sudah disetujui belum saya rekap, minimal vaksin pertama,” jelasnya.

Pelaksanakan vaksinasi berada di lapangan indoor ABM. (jaz) - STIE Malangkucecwara Tuntaskan 1.000 Dosis Vaksin Kedua
Pelaksanakan vaksinasi berada di lapangan indoor ABM. (jaz)

Sementara, Kepala Bagian Humas STIE Malangkucecwara, Benita Rachmania menjelaskan, vaksinasi dosis dua memang dikhususkan mahasiswa internal. Namun juga ada beberapa mahasiswa luar, tidak dibatasai oleh Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Tidak apa-apa mahasiswa luar, yang banyak tadi usia produktif. Bahkan kemarin yang dari Timor Leste,” jelas Benita Rachmania.

Pihaknya mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan memfasilitasi vaksinasi lagi. Karena melihat situasi dan kondisi yang terjadi.

“Bisa, kalau melihat kondisi benar-benar banyak yang mencari vaksin,” tandasnya. (jaz/rhd)


Baca juga: