Soal Beras Bansos Dikubur: JNE Minta Maaf dan Ancam Polisikan Rudi Samin

Jakarta, SERU.co.id – Perusahaan ekspedisi PT Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) menjawab soal temuan beras bantuan presiden (banpres) yang dikubur di sebuah lahan di Depok. Pada konferensi pers bersama pengacara, VP of Marketing JNE Ekspress Eri Palgunadi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena menimbulkan kegaduhan.

“Saya ucapkan mohon maaf kepada seluruh stakeholder yang mungkin selama seminggu ini melihat kegaduhan,” seru Eri, Kamis (4/8/2022). 

Kuasa hukum JNE, Hotman Paris Hutapea mengatakan, pihak JNE hanya bertugas untuk mengantarkan beras bansos kepada masyarakat. JNE mengubur beras bansos sebanyak 3,4 ton dari total 6.99 ton beras. Menurut penjelasan JNE, 3,4 ton itu rusak di perjalanan akibat hujan. 

Hotman mengatakan, beras yang rusak tersebut disimpan selama 1,5 tahun di gedung JNE hingga kemudian dikubur pada November 2021 lalu. Adapun, pihak JNE telah mengganti beras rusak itu dan kemudian disalurkan kepada masyarakat di 11 kecamatan di Depok. Menurut Hotman, honor JNE yang dipotong untuk mengganti beras rusak tersebut senilai Rp37 juta.

“Beras yang dikubur tersebut adalah milik JNE, beras yang sudah rusak. Sedangkan beras penggantinya sudah dibeli oleh JNE dengan cara honor JNE dipotong,” jelas Hotman. 

Merespon tudingan bahwa JNE menimbun beras bansos, pihak kuasa hukum mempertimbangkan untuk melaporkan Rudi Samin, pria yang mengaku sebagai pemilik lahan tempat bansos dikubur. Hotman mengatakan, pihaknya dengan tegas menyatakan tidak menimbun beras bansos. 

“Saya pertimbangkan untuk lapor polisi atau perdata itu saja dan anda tahu semua ini pemicunya adalah fitnahnya,” tegasnya. 

“Membohongi dong, menfitnah orang menyatakan menimbun bantuan presiden padahal tujuan dia memperjuangkan tanah miliknya. JNE sudah jadi korban fitnahan. JNE tidak pernah menimbun beras,” pungkasnya. (hma/rhd) 


Baca juga:

Sorry, you cant copy SERU.co.id!