SMAK Cor Jesu Pilih Tunggu Level II Gelar PTM

Malang, SERU.co.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pekan ini bakal diselenggarakan terbatas 50 persen. Namun SMA Katolik Cor Jesu memilih belum melaksanakan pembelajaran offline, menunggu PPKM Level II.

Kepala Sekolah SMA Katolik Cor Jesu, Agatha Ariantini SPsi MPd mengaku, masih akan melihat situasi lebih jauh. Meskipun di PPKM Level III sudah diperbolehkan melakukan PTM oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Karena siswa kami ada beberapa di luar kota dan pulau. Jadi tidak serta merta datang begitu saja. Sistemnya kalau ada PTM, anak sebelumnya sudah di Kota Malang dua minggu,” seru Agatha Ariantini, ditemui di lobi sekolah SMAK Cor Jesu.

Sekolahnya tetap melaksanakan pembelajaran daring. Jika sudah memungkinkan akan menggelar PTM, dengan skema siswa akan menjalani isolasi selama dua minggu, disertai surat izin orang tua.

“Tanpa itu, kami tidak anggap sebagai peserta yang akan masuk. Kami sistemnya dua, daring dan luring,” bebernya.

Kepala Sekolah SMA Katolik Cor Jesu, Agatha Ariantini (kanan), sedang berbincang dengan kepala sekolah SMP. (jaz) - SMAK Cor Jesu Pilih Tunggu Level II Gelar PTM
Kepala Sekolah SMA Katolik Cor Jesu, Agatha Ariantini (kanan), sedang berbincang dengan kepala sekolah SMP. (jaz)

Lebih lanjut, pihaknya sebetulnya sudah beberapa kali PTM semenjak diumumkan boleh tatap muka. Sekitar bulan Juli sudah dirancang, tetapi kasus covid-19 tiba-tiba naik lagi.

Isolasi yang dilakukan oleh siswa, baik di asrama maupun di kos-kosan akan dipantau. Durasi selama dua minggu dengan kerjasama panitia asrama, bagi yang di luar berkoordinasi dengan pemilik kos-kosan.

“Ibu kosnya kami panggil untuk diberikan sosialisasi, istilahnya sudah ada kerjasama,” terang Kepala Sekolah yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 55 Kota Malang ini.

Guru tetap mengajar, dengan ada jarak antara siswa peserta pembelajaran tatap muka. Bagi yang memilih tatap muka terbatas, akan dibatasi berdasarkan luas kelasnya.

“Kalau kecil kami batasi setengahnya. Kalau jurusan, kami batasi se-jurusannya kelasnya cukup atau tidak,” ungkapnya.

Selain itu, vaksinasi siswa paling tidak tingkat prosentasenya lebih tinggi, meskipun vaksinasi bukan menjadi syarat PTM terbatas. Jumlah siswa kurang lebih ada 370 orang, dengan rincian 50 persen berasal dari luar kota dan pulau. (jaz/rhd)


Baca juga: