Siswa SMK PGRI 3 Malang Sumbang Medali Perak Kontingen Jatim dalam LKS SMK Nasional

Malang, SERU.co.id – Satu dari dua siswa delegasi SMK PGRI 3 Malang (Skariga) sukses menyumbangkan medali perak kontingen Jawa Timur dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Nasional Tahun 2020 secara daring, Minggu-Jumat (18-23/10/2020).

Adalah Yusuf Ardiyanata Febrian, mempersembahkan medali perak (juara II) dalam kategori lomba bidang Web Design Technology. Sementara rekannya Moch. Asyral Difa Alfani, yang bertanding dalam kategori lomba bidang Cloud Computing, harus puas sebagai finalis LKS SMK ke-28. Dimana sebelumnya, Yusuf dan Asyral sukses menjadi juara 1 LKS tingkat Jawa Timur dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, siswa kami kembali mampu mempersembahkan medali (perak, red) dalam LKS SMK tingkat nasional tahun ini. Tentunya tak mudah, sebab mereka harus bersaing dengan ratusan peserta unggulan dari provinsi lainnya dengan bobot semakin meningkat tiap tahunnya. Mereka turut menempatkan kontingen Jawa Timur meraih juara kedua,” ungkap Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang, M. Lukman Hakim, ST, MM, kepada SERU.co.id.

Pengumuman nama Yusuf Ardiyanata Febrian, sebagai juara lomba bidang Web Design Technology. (ist)
Pengumuman nama Yusuf Ardiyanata Febrian, sebagai juara lomba bidang Web Design Technology. (ist)

Sebagai informasi, juara kedua diraih oleh Provinsi Jawa Timur, dengan raihan 9 medali emas, 6 medali perak, dan 4 medali perunggu. Sementara Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi juara umum, dengan raihan 9 medali emas, 10 medali perak, dan 7 medali perunggu. Serta juara ketiga diraih oleh Provinsi DKI Jakarta, dengan perolehan 8 medali emas, 3 medali perak, dan 9 medali perunggu.

Yusuf dan Asyral merupakan siswa Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kedua jagoan SMK PGRI 3 Malang ini mendapatkan support dan motivasi penuh dari Skariga. Selain bentuk penghargaan di tiap tingkatan, seperti satu unit laptop dan beasiswa bebas SPP dari sekolah, penghargaan dari panitia dan provinsi pun diterima penuh tanpa potongan untuk keduanya.

Baca juga:   Peringati Hari Guru, Mendikbud Apresiasi Guru yang Berjuang di Tengah Pandemi

“Kami sempat menantang mereka jika juara I, akan diberikan beasiswa kuliah hingga lulus sesuai spesifikasi keahliannya. Meski tak sesuai harapan, kami tetap memberikan penghargaan dan uang pembinaan. Sekaligus sebagai motivasi mereka dan adik-adik kelasnya,” imbuh Lukman, sapaan akrabnya.

Perolehan nilai sementara Yusuf pada sesi pertama. (ist)
Perolehan nilai sementara Yusuf pada sesi pertama. (ist)

Tak hanya prestasi LKS SMK Nasional, keduanya beberapa kali mengharumkan nama Skariga dalam ajang-ajang bergengsi lainnya. Sekaligus memotivasi sesama rekan dan adik-adik kelasnya untuk memberikan yang terbaik. Bahkan sebelum lulus tahun 2020, keduanya telah direkrut kerja.

“Alhamdulillah saya bisa menang di LKS SMK Nasional ini. Saya sempat grogi, karena lombanya dilakukan daring. Di tingkat wilker dan Jatim kan dilakukan langsung sebelum pandemi, jadi suasananya beda. Apalagi ada kendala teknis saat soal diupload, kami sempat belum dapat soal, tapi waktunya terus berjalan,” ungkap Yusuf, yang saat ini bekerja di perusahaan software PT Visi Energi Abadi.

Lajang yang berkeinginan melanjutkan kuliah tahun depan ini, berpesan kepada adik-adik kelasnya, agar tidak mudah menyerah.

“Jadikan kegagalan sebagai check points sebelum akhir kemenangan,” tandas putra dari Siswaji, salah satu kades di Kabupaten Malang ini. (rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *