Sisparma, Jurus Dishub-Bapenda Cegah Kebocoran Parkir

Bakal dilaunching sebagai kado HUT ke-107 Kota Malang

Malang, SERU.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan inovasi berbasis IT. Kali ini bakal meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Parkir Kota Malang (Sisparma). Rencananya bakal diluncurkan sebagai kado HUT ke-107 Kota Malang.

Kabid Pengelolaan Perparkiran Dishub Kota Malang, Musthaqim Jaya AP MM mengatakan, bakal meluncurkan aplikasi tersebut. Saat ini masih proses pembenahan di dalam Sisparma. Dimana nantinya pajak parkir dan retribusi parkir dijadikan satu.

“Karena pandemi, jadi kita belum launching. Jumlahnya sekitar 1000 titik parkir yang dimonitor disana,” seru Musthaqim Jaya, dihubungi lewat telepon, Jum’at (5/3/2021).

Lebih lanjut, pihaknya sudah melakukan rekrutmen juru parkir (jukir) sejak tahun lalu. Akan ada barcode dalam identitas jukir, sehingga memudahkan bagi masyarakat yang ingin mengecek, apakah titik parkir liar atau legal. Muncul juga siapa orangnya, alamatnya, dan titik parkir di Sisparma tersebut.

“Kebetulan Pak Handi pindah ke Bapenda, sehingga ide itu disatukan. Kita kerjasama dengan Bapenda untuk bangun sistem itu,” ungkapnya.

Sebagai informasi, ketika sinkronisasi selesai, ada berita acara pajak masuk dan retribusi masuk. Dishub akan mendata, karena yang punya tugas dan fungsi parkir serta penertiban pengawasan di Dishub.

Sedangkan di Bapenda tidak ada fungsi pengawasan seperti Dishub. Rencananya akan dijadikan satu untuk fungsi pengontrolan, tetapi penarikan tetap di Bapenda.

Kepala Bapenda Kota Malang Handi Priyanto menjelaskan, dalam Sisparma akan nampak titik retribusi parkir dan pajak parkir terpetakan berdasarkan warna.

“Kalau titik parkir retribusi warna biru, mungkin nanti yang pajak parkir warna putih. Tapi dalam satu dasboard terpetakan, mana pajak, mana retribusi,” terang Handi.

Baca juga:   Forpimcam Sukun Rutin Operasi Yustisi PPKM Mikro

Dengan aplikasi online, pihaknya akan sangat terbantu dan efektif menekan kebocoran parkir yang selama ini tersebar ribuan titik di Kota Malang. Aplikasi tersebut nantinya dishare ke masyarakat, sehingga masyarakat yakin bahwa uang yang diberikan masuk ke kas daerah bukan jukir liar.

“Kalau parkir tidak ada di aplikasi. Bisa mengadukan posisi di jalan ini, kordinat sekian, sehingga memudahkan pengawasan baik dari Dishub, Bapenda, pemerintah, maupun masyarakat. Hal tersebut, prioritas jangka pendek yang akan kita kerjakan,” tandas mantan Kadishub Kota Malang ini. (ws1/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *