Sesep Seniman, Bentuk Apresiasi Kabunga Kepada Seniman Sepuh

Malang, SERU.co.id – Komunitas Seni Budaya Kabunga (Karya Bumi Ngalam) bersama LazisNU mengadakan check up, silaturahmi, pembagian sembako terhadap seniman sepuh sebagai bentuk perhatian atas karya mereka.

Walikota Malang mengatakan, harus ada pembinaan kepada seniman sepuh (red:tua) untuk bisa mentransfer knowledge dan skill kepada generasi selanjutnya.

“Sesep seniman berarti nyesep, mengambil sesuatu yang sangat berharga terhadap orang pendahulu-pendahulu kita semua,” seru Sutiaji di Cafe Jeep, Jalan Ki Ageng Gribig No 100, Jum’at (27/2/2021).

Sutiaji sangat mengapresiasi atas karya para seniman, serta meminta maaf terkait data seniman. Karena pada saat itu ada di Dinas Pendidikan Kebudayaan, Dinas Pariwisata.

“Kami intruksikan kepada dinas terkait untuk menginventarisir, seniman-seniman tua yang karyanya sudah luar biasa terhadap bangsa dan negara kita, utamanya Kota Malang,” bebernya.

Menurutnya, budaya ini harus dikuatkan, sebagai bentuk menghargai karya bangsa yang sebetulnya ini menjadi keharusan kita semua. Pihaknya juga berterima kasih kepada LazisNU yang sudah mensupport, memberikan santunan untuk kepedulian kepada semua masyarakat yang ada di Kota Malang.

Secara filosofi, pemerintah akan membangun terus menerus pendidikan karakter, pendidikan budi pakerti akhlak, menghargai orang. Sangat dominan, harapannya cikal bakal Indonesia semakin hari tapaknya semakin jelas.

“Bukan hanya kita mengandalkan 4.0, tapi akan lebih bagus lagi ketika etika moral bangsa ini diterapkan,” pungkasnya.

Sutiaji berikan statment perhatian kepada seniman. (ws1) - Sesep Seniman, Bentuk Apresiasi Kabunga Kepada Seniman Sepuh
Sutiaji berikan statment perhatian kepada seniman. (ws1)

Sementara Ketua Kabunga, Yuyun Sulastri menuturkan, kegiatan ini ditujukan untuk seniman sepuh agar tetap berkreasi. Sebab kondisi saat ini, seniman susah mencari pekerjaan.

“Karya-karya yang akan kita dokumentasikan ini, harapannya nanti ada bagian yang bisa membantu. Istilahnya memberikan royalti,” papar Yuyun, sapaan akrabnya.

Baca juga:   Gus Ali Gandeng BPOM, Sosialisasi Cerdas Memilih Obat Tradisional yang Aman

Jumlah seniman yang terdata kurang lebih 100 orang, namun yang diundang hanya 45 seniman. Sisanya akan terus berdatangan bertahap, karena memang harus ada pembatasan jumlah.

Banyak sesepuh yang telah mempunyai karya besar patut untuk didokumentasikan. Tujuannya, selain arsip, juga mengedukasi generasi penerus anak cucu bangsa. Dokumentasi bisa melalui buku, film, dan seterusnya.

“Selama ini yang kami tahu, seperti senior-senior yang sudah tidak ada (wafat) belum sempat didokumentasi. Belum sempat meninggalkan ilmu ke adik-adik kita,” pungkasnya. (ws1/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *