Respon Menko Marves, Walikota: 500 Isoman Bakal Dipindahkan ke Isoter

Malang, SERU.co.id – Selepas kunjungan Menteri Koordinasi Maritim dan Investasi (Menko Marves) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kota Malang mempunyai pekerjaan rumah mengalihkan warga isoman ke isolasi terpusat (isoter).

Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan, sesuai arahan Menko Marves dalam waktu dekat meminta untuk merealisasikan kepindahan isoman ke isoter. Kurang lebih tiga minggu bakal digerakkan oleh jajaran terkait.

“Rata-rata diminta 250 (isoman) antara Kodim dan Kepolisian. Berarti 500 dalam waktu dekat berpindah dari isoman ke isoter,”  seru Sutiaji, di Gazebo Balaikota Malang.

Menurutnya, diawal terjadi beda pendapat, namun sekarang sudah harus dilaksanakan isoter. Kedepan harus dipahami seluruh masyarakat, supaya aman akan ada kriteria siapa yang harus masuk isoter.

Terkait data, Sutiaji sudah mengumpulkan perwakilan beberapa puskesmas guna mengclearkan data sesungguhnya berapa isoman di Kota Malang. Karena tingkat kesembuhan sebelumnya ada 1.400 sekian akan mengurangi isoman.

Selanjutnya, akan ditegaskan berkaitan  kemampuan pendampingan memasukkan data. Agar data sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga kemungkinan bisa lebih sinkron antara pusat dan daerah. 

“Disini yang dipakai adalah Silacak dan Inaris, yang itu dibawah komando dari Kodim 0833 dengan babinsanya untuk memasukkan itu,” ungkap pria yang hobi badminton ini.

Sutiaji menambahkan, target dari Menko Marves mempunyai Standar Operasi Sistem (SOP). Menurutnya tidak bisa semua bisa dialihkan ke isoter. Contoh ada para nakes atau dosen terpapar, semua orang terdidik. Juga ada orang kaya di Kelurahan Karangbesuki, jika dibawa ke isoter malah akan membuat kekebalan imunnya turun.

“Tidak mungkin ditarik ke (isoter) sana. Malah heard imunitynya turun. Kenapa? Dia sudah satu keluarga, 5 anak semua kena, dia bisa menjaga,” ungkapnya.

Berbanding terbalik dengan arahan Menko Marves, karena situasi dan kondisi di lapangan berbeda. Jika dipaksakan akan sangat riskan dari sisi psikologis masyarakat.

“Tidak demikian juga, kita sampaikan. Orang yang begini malah stres,” tandas politisi partai berlogo bintang mercy ini. (jaz/rhd)


Baca juga: