Ratusan Wisudawan/ti UMM Dilepas Luring & Daring selama Tiga Hari

Malang, SERU.co.id – Di tengah penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap menggelar perhelatan wisuda luring secara bergelombang, mulai Senin hingga Rabu (14-16/9/2020). Meski di tengah pandemi, prosesi wisuda program pendidikan Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), Diploma Tiga (D3) dan Profesi Periode II Tahun 2020, tetap dilakukan tanpa menghilangkan kesan formal dan unsur kehidmatannya.

Seperti pada perhelatan biasanya, wisuda yang sempat tertunda satu periode ini diselenggarakan dengan tetap menghadirkan seluruh wisudawan/wisudawati di Dome UMM, secara bertahap. Gelaran prosesi wisuda juga disiarkan streaming Youtube di channel UMMTube, lantaran sebagian calon wisudawan masih tertahan di daerah asal masing-masing.

Ratusan wisudawan/ti terbaik didampingi orang tua. (ist)

Rektor UMM Dr Fauzan, MPd, menyatakan, saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru, demikian sama halnya saat UMM melepas mereka. “Akan ada perasaan yang hilan,  jika prosesi wisuda murni online atau daring,” katanya.

Fauzan mengajak seluruh wisudawan/wisudawati serta orang tua/wali yang hadir untuk tidak boleh pasrah dan selalu optimis di tengah pandemi Covid-19. Ajakan itu diwujudkan dengan menyeru seluruh hadirin untuk menjaga kesehatan dan merawat kehidupan untuk masa depan. Pada ranah yang kedua inilah, ditegaskan Fauzan, memerlukan satu tekad, satu sikap, dan satu jiwa yang tidak boleh menyerah apalagi mengeluh.

“Saya ingin mengajak pada saudara-saudara sekalian untuk selalu optimis dalam menatap masa depan yang lebih baik. Mulailah dari yang kecil, konsentrasilah dengan yang kecil. Karena sesuatu yang besar itupun juga dimulai dari yang kecil. Jangan suka mengabaikan yang kecil. UMM ini dimulai dari bangunan yang kecil. Bahkan, UMM sempat diplesetkan dengan akronim Universitas Morat Marit karena saking kecilnya dan tidak teraturnya,” imbuh Fauzan.

Baca juga:   Kartu Merah Putih Permainan Asik untuk Belajar Matematika

Dilanjutkan Fauzan, berkat optimisme dan tangan dingin salah satunya Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM alm Prof Dr (HC) H Abdul Malik Fadjar, MSc. yang berpulang 7 September lalu ini, yang membuat Kampus Putih UMM menjadi besar.

Tetap memperhatikan protokol kesehatan. (ist)

“Para mujahid melakukan perubahan-perubahan, baik terhadap dirinya sendiri maupun perubahan dalam keluarga. Jadilah mujahid itu. Tentu yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang positif. Oleh karena itu, kami berharap saudara bisa menatap masa depan yang lebih baik, yang lebih tegar dan optimis,” amanat Fauzan.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan/wisudawati hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya, penumpang kendaraan tidak melebihi batas maksimal suhu tubuh 37,8 derajat, mengenakan masker selama kegiatan di kampus atau prosesi wisuda, membawa makanan dan minuman sendiri, serta mencuci tangan/pakai handsanitizer.

“Dilakukan pengecekan kesehatan 3 tahap di pintu masuk. Pertama, saturasi oxygen dalam tubuh menggunakan alat Pulse Oxymetry, dimana Oxigenasi normal menunjukan prosentase di atas 92 persen. Kedua, pengukuran suhu. Ketiga, penggunaan handsanitizer,” tutur Ketua Satgas Kehidupan Normal Baru Kampus UMM, dr. Thontowi Djauhari, M.Kes.

Sebagai informasi, jumlah lulusan pada periode I Tahun 2020 adalah sebanyak 1077 orang. Sementara, untuk jumlah wisudawan/wisudawati pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 930 orang yang terdiri dari 345 wisudawan dan 585 wisudawati.

Sementara itu, untuk wisuda periode III akan diselenggarakan 19 hingga 22 Oktober 2020. Dua periode wisuda ini untuk mengukuhkan calon wisudawan/wisudawati Program Pendidikan Doktor (S3), Program Pendidikan Magister (S2), Program Pendidikan Sarjana (S1), Program Pendidikan Diploma Tiga (D-3) dan Profesi.

Sebelumnya pada 8 April 2020, Fakultas Kedokteran (FK) UMM telah melaksanakan agenda “Pelantikan dan Sumpah Dokter” kepada 55 orang Sarjana Kedokteran (S.Ked.) sebagai dokter (dr.). Skema wisuda luring juga akan diterapkan pada penyelenggaraan wisuda periode III Tahun 2020, 19-22 Oktober mendatang. (rhd)

Baca juga:   SMKM I Bungah Jadi Sekolah Tangguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *