Program Agro Solution Permudah Petani Meningkatkan Hasil

Banyuwangi, SERU.co.id – Rencana percontohan penanaman padi serempak seluas 100 hektar di Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Yang rencananya acara penanaman padi tersebut bekerja sama dengan Pupuk Kaltim akan dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Timur, Kofifah Indar parawansa, dan bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestandani, petani di desa tersebut mulai mengolah (membajak) sawahnya dengan handtraktor, Rabu (26/5/2021).

Acount Asisten Eksekutif (AAE) Pupuk Kaltim, Abdul Somad (47) mengatakan  penanaman percontohan penanaman padi serentak ini melibatkan 12 petani pemilik handtraktor untuk melakukan pengolahan sawah yang akan dijadikan percontohan.

“100 hektar sawah tersebut milik 146 petani yang ada di Desa Karangsari. Dengan percontohan penanaman ini nantinya produksinya akan meningkat dibandingkan dengan cara penanaman padi sebelum adanya percontohan ini,” kata Abdul Somad.

Menurutnya, petani dengan mengikuti Program Argo Solution, Pupuk Non Subsidi yang diproduksi oleh Pupuk Indonesia, melalui Anak Perusahaanya yakni Pupuk Kaltim, akan memperoleh kemudahan pada sektor Permodalan, sebab Pupuk non subsidi tersebut akan di jual pada petani dengan harga yang lebih murah dan di bayar setelah panen (Yarnen)

“Untuk mendukung hasil panen petani, Pupuk Kaltim Anper dari Pupuk Indonesia telah menyediakan tiga pilar pupuk, yaitu Pupuk Ecoferd, yang berguna untuk menyuburkan unsur hara tanah, Pupuk NPK Pelangi, untuk penguat akar dan membuat hasil padi lebih berisi/mentes dan Pupuk Urea granul Daun Buah, untuk mempercepat pertumbuhan dan memperbanyak anak dari induk tanaman. Petani tinggal menanam, pupuknya sudah disediakan, dan bayarnya setelah panen,” kata pria asal Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi.

Baca juga:   Mantan Menteri BUMN Soegiharto Wafat

Pupuk Kaltim kata Somad untuk mendukung program ini menyediakan  sesuai dengan kebutuhan petani pemilik lahan sawah dengan harga yang lebih murah daripada harga pupuk non subsidi yang ada sekarang, dan didistribukan langsung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Karangsari.

Sementara, Kepala Desa Karangsari, Budiyono mengatakan dengan adanya program agro solotion ini mampu meningkatkan hasil pertanian.

“Yang dulunya perhektarnya hanya mendapat 5 ton padi, dengan program ini bisa meningkat menjadi 7 ton padi,” harap Kades Karangsari.

Program ini sambung Kades Karangsari sangat meringankan beban petani. Biasanya saat musim tanam padi, petani sangat kesulitan pupuk bersubsidi atau pupuk non subsidi, dengan program agro solotion ini semua permasalahan petani bisa teratasi.

“Program agro solotion ini sangat membantu petani, dan petani akan menikmati hasilnya, harga pupuknya murah, apalagi bayarnya setelah panen,” katanya

Lanjut Ia, kemudahan-kemudahan ini, untuk meringankan beban petani. Sehingga untuk pembelian pupuk petani tidak lagi meminjam uang kepada tengkulak, yang bunganya sangat memberatkan petani. pungkas Budiyono. (ant)


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *