PJU di Kota Malang Surplus, Sutiaji: Kita Butuh Smartnya

Malang, SERU.co.id – Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Malang mengalami surplus yang lumayan sekitar Rp4 miliar. Namun Walikota mengharapkan kedepan bisa mempunyai report atas kerusakan secara langsung, sejalan dengan wacana menjadikan smart city.

Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan, pelayanan publik saat ini dari masyarakat mendapat tuntutan yang luar biasa. Ketika lampu padam, sudah banyak laporan yang masuk, komplain atas padaman yang dialami.

“Saat ini yang kita butuhkan adalah smartnya. Kecerdasannya harus ada nilai benefitnya. Listrik itu padam, maka langsung ada laporan progres reportnya di monitor,” seru Sutiaji, saat menghadiri Workshop Sehari Simple Monitoring System (Samson) PJU di Hotel Santika.

Pihaknya menuturkan, benefit yang diambil untuk efisiensi waktu jika terjadi kerusakan. Padam karena apa, membutuhkan waktu berapa lama harus bisa dinyalakan lagi dan seterusnya. Karena masyarakat begitu laporan, otomatis menjadi respon, langsung lapor, tidak selang berapa jam tapi menit bahkan detik. Laporan pemantauan kepada satu pengaduan dititik ini sekian.

“Misal di Merjosari lampu nomor sekian padam, gara-gara apa ini akan menginformasikan. Kita jemput bola, sebelum ada laporan dari masyarakat,” paparnya.

Sutiaji berikan sambutan di seminar satu hari Siklon. (ws1) - PJU di Kota Malang Surplus, Sutiaji: Kita Butuh Smartnya
Sutiaji berikan sambutan di seminar satu hari Siklon. (ws1)

Tuntutan masyarakat sesuai Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 terkait masalah layanan publik. Menurutnya, masyarakat saat ini yang diinginkan ada kejelasan. Sehingga ketika pukul delapan padam, sebelumnya ada pemberitahuan, atau begitu padam langsung ada permohonan maaf beserta alasannya.

“Disaat kita layani dengan baik, insyaallah keyakinan masyarakat pada goverment pasti tinggi,” ungkap pria penyuka makanan pedas ini.

Kedepan, Sutiaji menginginkan realisasi totalitas menerapkan basis Smart Light pada PJU di Kota Malang. Perihal kapan kerjasama dengan Siklon untuk menggunakan Samson dalam PJU di Kota Malang, masih belum bisa beri kepastian.

Baca juga:   Pemkot Batu Tak Melarang Pasar Takjil, Fasilitasi di Halaman Among Tani

Lebih lanjut, dari Siklon masih mempresentasikan. Karena juga dilihat terlebih dahulu, apakah sudah ada kajian kualifikasinya atau belum. Kemudian sudah masuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau belum.

“Mereka bilangnya sudah, maka tidak ada problem. Jadi, kita lihat nanti kedepannya,” pungkasnya. (ws1/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *