Peringati Imlek 2572, Kebutuhan Lampion Mulai Normal

Malang, SERU.co.id – Peringatan Tahun Baru Imlek 2572 identik dengan ornamen lampion yang menghiasi sudut ruangan, baik Klenteng, kafe, rumah, maupun tempat-tempat keramaian. Meski Peringatan Imlek saat kondisi pandemi ini, cukup memberikan berkah bagi pengusaha lampion. Meski diakui, permintaan lampion tahun ini kembali normal, jika dibandingkan saat awal pandemi 2029.

“Sudah hampir normal meskipun ada sedikit penurunan. Mudah-mudahan sekarang sudah stabil ya, tidak seperti awal pandemi dulu di 2020,” kenang Yoga, salah seorang pegawai pengusaha Lampion Said, di Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Kota Malang.

Karyawan pengrajin finishing lampion. (ws1) - Peringati Imlek 2572, Kebutuhan Lampion Mulai Normal
Karyawan pengrajin finishing lampion. (ws1)

Pengrajin lampion Malang yang sudah 15 tahun lebih menggeluti usaha ini mengaku, jika permintaan lampion masih didominasi dari luar kota Malang dan luar negeri. Sementara dari Kota Malang sendiri hanya sekitar 10 persen.

“Kebanyakan pesanan lampion dari luar Kota Malang. Kalau ke luar negeri, pernah ke Belanda, Perancis dan Australia. Sekitar awal tahun 2006, kita ada pesanan di Belanda pas acara tahun baru,” seru Yoga.

Terkait pemenuhan permintaan tahun ini, tak ada masalah. Setiap pekerja mampu memproduksi puluhan dalam sehari. Total keseluruhan hasil yang dikerjakan karyawan bisa ratusan pieces (pcs).

“Kalau pas normal per orang, ya antara 20 sampai 30-an produksinya. Kalau total sehari 200 hingga 300 pcs. Sedangkan lama pengerjaan sekitar 30 menitan,” terangnya, sambil finishing pesanan lampion.

Harga lampion dibandrol sesuai dengan kesulitan dalam pembuatan dan ukuran diameter. Lebih mahal lagi kalau bentuk lampion berbentuk karakter.

“Harga Rp30 ribu yang paling laku, sekitar 25 cm. Kalau yang paling mahal model gini diametenya dua meter seharga Rp2 juta. Biasanya yang mahal itu model karakter kayak di Hawai Water Park. Macam-macam ada yang dibandrol Rp4-5 juta, tergantung kesulitan pembuatan,” ujarnya kepada SERU.co.id.

Pria yang sudah belasan tahun menjadi pengrajin lampion itu menambahkan, kalau seminggu sebelum imlek bahan sudah ludes.

“Kalau cari bahan untuk pembuatan lampion Imlek, sekarang sudah tidak ada mas. Biasanya satu bulan sampai dua minggu sudah habis,” tandasnya. (ws1/rhd)