Perempuan Pengirim Sate Beracun Akhirnya Tertangkap

Bantul, SERU.co.id – Misteri perempuan pengirim sate beracun salah alamat di Bantul akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Bantul berhasil menangkap pengirim sate beracun inisial NA alias Nani Apriliani, 25 tahun di Sewon, Bantul.

“Setelah penyelidikan selama empat hari kemudian kita bisa mengerucut pada satu calon tersangka yang bisa kita amankan pada hari Jumat,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria saat konferensi pers di Polres Bantul, Bantul, Senin (3/5/2021).

NA ditangkap beserta barang bukti berupa handphone, helm, sandal jepit, kresek putih berisi enam tusuk sate beserta lontong dan saus kacang, dan kardus berisi snack. Selain itu, uang Rp 30 ribu yang digunakan untuk membayar tukang ojek Bandiman dan sepeda motor matic yang digunakan Bandiman.

Burkan mengatakan, motif NA mengirim sate beracun sebab sakit hati terhadap T, target utamanya. Kini NA telah ditahan di Polres Bantul. Ia dikenai Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

“Pernah berhubungan dulu sebelum nikah. Target T sedang kita dalami. (Profesi target) Pegawai negeri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi menjelaskan, pelaku NA mendapatkan racun berupa kalium sianida dari marketplace sekitar akhir Maret lalu sebanyak 250 gram.

“Harganya Rp200 ribu,” sebut Wachyu.

Sebelumnya, kasus meninggalnya seorang bocah laki-laki bernama Naba Faiz usai memakan sate kiriman dari orang misterius menghebohkan publik. Naba dan orang tuanya mendapatkan sate tersebut dari seorang perempuan, yang meminta ayahnya untuk mengantarkan sate itu ke sebuah alamat.

Ayah Naba, Bandiman, merupakan seorang pengemudi ojek online. Paket sate beracun itu rupanya dipesan tidak melalui aplikasi atau dipesan secara manual. Sate yang diantarkan Bandiman ke alamat pesanan ditolak saat tiba di alamat yang dituju.

Baca juga:   Satgas Covid-19 Sebut Vasin Nusantara Dikembangkan di AS Tapi Diuji di Indonesia

Penerima mengaku tidak mengenal pengirim yang disebutkan bernama ‘Hamid dari Pakualaman’. Sate itu pun akhirnya diberikan kepada Bandiman dan keluarganya. Istri Bandiman dan anaknya Naba mengonsumsi sate tersebut. Sang istri harus dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Naba tidak tertolong dan meninggal dunia. (hma/rhd)


Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *