Pengurus Aliansi Dosen Nahada (ADN) Wilayah Jawa Timur Resmi Dilantik

Malang, SERU.co.id – Usai Pengurus Pusat Aliansi Dosen Nahada (ADN) resmi berdiri di Universitas Islam Malang (UNISMA), Rabu (9/10/2019) lalu. Mengusung tekad yang sama untuk memberantas paham radikal yang mulai menjangkit pada diri mahasiswa, dilakukan Pelantikan dan Deklarasi Pengurus Aliansi Dosen Nahada (ADN) Divisi III Wilayah Jawa Timur, di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Minggu (5/7/2020).

Dalam deklarasi tersebut, ADN menitikberatkan pada semangat kebangkitan para dosen dalam memerangi paham radikalisme yang kemungkinan timbul di lingkungan kampus dengan melakukan tindakan deteksi dini, baik kepada para dosen, tenaga pendidik maupun mahasiswa.

Pelantikan Ketua ADN Divisi III Wilayah Jatim, Dr H Nur Salam, MPd oleh Pengurus Pusat ADN Dr KH Imam Mustofa Hambali, MPd. (rhd)

Pengurus Pusat ADN Dr KH Imam Mustofa Hambali, MPd mengatakan, Aliansi Dosen Nahada (ADN) merupakan gabungan dosen dari berbagai keilmuan, yang bertugas sebagai benteng dalam monitoring mahasiswa dan kampus agar tak terpengaruh oleh paham radikalisme yang kontra dengan Pancasila dan NKRI. “Terutama 5 tahun terakhir ini, ada sebagian oknum mahasiswa yang mengkhawatirkan karena berpaham bertolak belakang dengan Pancasila. Untuk itu ADN hadir agar tetap terjaga persatuan dan kesatuan dalam NKRI,” jelas Hambali, sapaan akrabnya.

Pelantikan dan Deklarasi Aliansi Dosen Nahada (ADN) Divisi III Wilayah Jawa Timur masa khidmat 2020-2025 ini disaksikan oleh Walikota Malang Sutiaji, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson, perwakilan Polresta Malang Kota, Rektor se-Jatim, Pengurus ADN Pusat dan  Pengurus ADN Jawa Timur.

Sementara Ketua ADN Divisi III Wilayah Jatim masa khidmat 2020-2025, Dr H Nur Salam, MPd, mengatakan, dosen memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat strategis dan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, utamanya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).

Baca juga:   Kodim 0812 Lamongan Terus Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi

“Pun ADN memiliki jiwa Ahlussunah Wal jama’ah An Nadliyah (Aswaja An Nadliyah). Kedudukan dan fungsi ADN juga sangat signifikan dalam rangka membantu mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta menjaga dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Nur Salam, usai dikukuhkan bersama 134 pengurus se-Jawa Timur dari beragam perguruan tinggi di Jawa Timur.

Pemberian cenderamata oleh Ketua ADN Divisi III Wilayah Jatim, Dr H Nur Salam, MPd kepada Walikota Malang Sutiaji. (rhd)

Kepala Humas Polinema ini menambahkan, ADN merasa perlu bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pangdiv 2 Kostrad dalam rangka mewujudkan tujuan tegaknya NKRI. “Kehadiran dan dukungan penuh dari Pangdiv terhadap ADN, bukan hanya bermanfaat buat ADN, tapi juga bagi keutuhan NKRI. Sehingga terjadi dialektika antara ADN dan Divisi 2 Kostrad khususnya, serta lembaga lain yang terkait, baik nasional maupun internasional,” tandas Nur Salam.

Senada, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, menyampaikan, Divif 2 Kostrad senantiasa akan memberikan dukungan guna tercapainya tujuan ADN untuk bersama-sama mengawal dan menjaga generasi muda penerus bangsa yang memiliki kesetiaan terhadap Ideologi Pancasila dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Divisi Infanteri 2 Kostrad dan Aliansi Dosen Nahada pada dasarnya memiliki tugas dan kewajiban yang sama dalam menjaga dan mengawal keutuhan NKRI. Aliansi Dosen Nahada melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi nya, sedangkan Divisi Infanteri 2 Kostrad dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit nya,” jelas Pangdiv.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji menyampaikan terima kasih atas kepercayaan memilih Kota Malang sebagai tempat deklarasi. Menurutnya, setiap manusia memiliki amanah dan kemampuan menjadi pemimpin, dimana lahir  dari generasi muda atau mahasiswa. “Mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Bagaimana tanggung jawab dosen melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat menjaga mahasiswa agar tak terpolarisasi idelogi lainnya. Saya yakin Nahada dapat mengemban itu,” ucap Sutiaji.

Baca juga:   Pemerintah Jepang Bantu Peralatan Air Bersih

Menurutnya, sebagai warga negara yang baik, tahu bagaimana menjaga NKRI bukan sekedar dari simbol merah putih dan Pancasila. Nahdlatul Ulama didirikan adalah ingin bagaimana memberlakukan pemahaman dan amaliyah, baik vertikal maupun horisontal adalah imbang.

“Para pendiri bangsa, yang sebagian besar kyai dan tokoh agama, menyimbolkan merah putih karena lahir dari keberagaman. Paradigma itu harus dijaga melalui perbuatan, yaitu menjaga NKRI. Merah dan putih garisnya, kapan kita merah, dan kapan kita putih,” tandas walikota penyuka kuliner pedas ini. (rhd)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: