Pengukuhan Pokja Bunda PAUD, Tangani Pendidikan Hingga Parenting

MalangSERU.co.id – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Malang dan Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan se-Kota Malang Tahun 2021 resmi dikukuhkan, di Mini Block Office Kota Malang.

Bunda PAUD Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji SSos MM menuturkan, pengukuhan Pokja Bunda Paud kali ini tingkat kota, periode 2021-2024. Setelah resmi, mendorong Pokja bekerja cepat dan membuat program kerja serta bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

“Pokja Bunda PAUD anggotanya adalah lintas. Karena yang ditangani adalah satuan PAUD-nya, pendidikannya, parenting untuk orang tua, dan kesehatan. Sehingga terjadilah kolaborasi OPD,” seru Widayati Sutiaji, Kamis (7/10/2021).

Terkait progres, pihaknya meminta bantuan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk membuat dashboard. Agar kedepan bisa dikerjakan lebih efisien, bisa secara mudah dan tidak manual.

“Nanti Bunda PAUD tingkat kecamatan yang bisa mengisi. Tentu kalau bilang Bunda PAUD Kecamatan, kerjanya dengan kelurahan,” bebernya.

Bunda PAUD Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji, ketika dimintai keterangan. (jaz) - Pengukuhan Pokja Bunda PAUD, Tangani Pendidikan Hingga Parenting
Bunda PAUD Kota Malang, Hj Widayati Sutiaji, ketika dimintai keterangan. (jaz)

Senada, Walikota Malang, Drs H Sutiaji mengucapkan, selamat dan sukses kepada yang telah dikukuhkan. Posisi sekarang adalah amanah, tidak semua orang mempunyai kesempatan posisi tersebut.

“Ketersediaan bisa mengabdi dan mengoptimalkan potensi anak bangsa sebagai mutiara masa depan. Ini tugas besar dan mulia,” ujarnya.

Sutiaji menambahkan, Pokja harus bisa dimaksimalkan dalam bentuk program kerja yang baik dan road map terukur. Karena membuka wacana sampai menerawang keberlangsungan kualitas pendidikan anak sejak dini .

“Mendidik dengan rasa cinta, tidak indoktrinasi,” ujar politisi partai berlambang bintang mercy.

Pihaknya juga mendukung program seiring adanya kontraksi ekonomi Kota Malang bertambah 4,07 menjadi 4,44 persen. Sehingga perlu adanya pencegahan penambahan kemiskinan dan stunting.

Selanjutnya, soal pendampingan bisa bekerjasama dengan dinas terkait. Melalui Dinas Sosial (Dinsos) jika ada yang mendapat bantuan.

“Bagi anak usia 0 tahun, bisa bagian sari asupan gizi melalui Dinkes. Metodologi penerapan dalam PAUD, maka disitu ada Disdikbud,” tandasnya. (jaz/rhd)


Baca juga: