Pemkot Malang Gandeng Forum Anak Kuatkan Edukasi Bijak Bermedsos

Malang, SERU.co.id – Penetrasi pengguna internet dan media sosial di Indonesia terus meningkat. Membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengantisipasi penyalahgunaan yang tidak diinginkan dengan mengedukasi pengguna media sosial.

Wali Kota Malang, Drs Sutiaji mengungkapkan, berbagai momen acapkali mengingatkan pentingnya membangun literasi digital. Demi menjaga esensi positif teknologi informasi dan komunikasi.

“Kita kumpul, namun pikiran kita tidak kumpul,” seru Sutiaji dalam Forum Anak Kecamatan Klojen dengan fasilitasi Pemkot Malang untuk menggelar pembinaan bijak bermedia sosial bagi anak-anak dan orang tua, di Aula Kecamatan Klojen, Sabtu (4/12/2021).

Hal tersebut beralasan, karena memandang fenomena maraknya ujaran kebencian, menebar aib, perdebatan kusir dan sikap memecah belah yang berseliweran. Akibat ketergantungan pada dunia maya, seperti media sosial yang justru sering mereduksi silaturahmi.

Sementara, Riset hootsuite pada Januari 2021 mengungkap, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa (73,7 persen populasi). Sedangkan pengguna media sosial mencapai 170 juta jiwa (61,8 persen populasi). 

“Dibalik sisi positif kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, tersimpan ancaman yang harus dicermati generasi masa depan,” imbuh penyuka kuliner pedas ini.

Mencermati hasil riset yang dikutip dari theconversation.com yang dipresentasikan di Asian Network for Public Opinion Research (ANPOR) Annual Conference pada November 2018. Semua kelompok usia memiliki kecenderungan nyaris sama dalam menyebarkan hoaks dan tidak terbatas pada kategori usia tertentu.

Kominfo Malang

Sementara itu, Camat Klojen, Drs Heri Sunarko MSi berharap, para peserta kegiatan yang belum lama ini dipilih menjadi pengurus Forum Anak tingkat kecamatan maupun kelurahan, mampu menularkan pengetahuan ke keluarga dan teman-teman sebaya di sekitarnya.

“Media sosial, internet silakan digunakan, tapi anak-anakku tersayang, tetaplah menjadi anak-anak yang tidak lupa akan budaya dan etika. Jaga diri sebaik mungkin terhadap kejahatan di media sosial,” beber Heri.

Dikatakannya, masih dalam ingatan kejadian perundungan siswi yang diunggah di dunia maya dan kini kasusnya dalam penanganan Polresta Malang Kota. 

Maka dari itu, Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB, Miswardhani SSos menilai, pembinaan bijak bermedia sosial sangat baik. Sebagai salah satu bentuk kegiatan preventif edukatif untuk menguatkan Malang menuju Kota Layak Anak.

Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB, Miswardhani SSos menilai, pembinaan bijak bermedia sosial sangat baik. (ist) - Pemkot Malang Gandeng Forum Anak Kuatkan Edukasi Bijak Bermedsos
Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB, Miswardhani SSos menilai, pembinaan bijak bermedia sosial sangat baik. (ist)

Lain halnya, Seksi Layanan Informasi Publik Diskominfo, Pandu Zanuar, membagikan beberapa tips bijak bermedia sosial.  Di antaranya melindungi dan tidak membagikan data pribadi seperti nomor ponsel, rekening tabungan, kartu identitas diri, nama orang tua, tanggal lahir hingga riwayat kesehatan. Dan tidak termakan rayuan membagikan foto pribadi yang mengeksploitasi aspek seksual diri.

“Adik-adikku semua, jangan pernah mau membagikan foto tanpa busana ke teman dekat, apalagi orang lain yang baru dikenal  Banyak sekali predator seksual dengan berbagai modusnya. Hati-hati,” seru Pandu, yang didapuk menjadi narasumber.

Seksi Layanan Informasi Publik Diskominfo, Pandu Zanuar, membagikan beberapa tips bijak bermedia sosial. (ist) - Pemkot Malang Gandeng Forum Anak Kuatkan Edukasi Bijak Bermedsos
Seksi Layanan Informasi Publik Diskominfo, Pandu Zanuar, membagikan beberapa tips bijak bermedia sosial. (ist)

Selain itu, bijak proteksi data pribadi di dunia maya juga penting dilakukan, dengan menghindari sembarangan mengklik tautan yang tidak jelas. Atau memberikan persetujuan aplikasi tanpa membaca persyaratan.

Selanjutnya, menyampaikan pendapat secara bebas, namun tetap santun. Tidak memproduksi atau ikut menyebarkan berita tidak jelas yang berpotensi hoaks, dan menghindari perundungan siber (cyberbullying).

Disebutkannya, beberapa modus perundungan, antara lain doxing (mempublikasikan data pribadi orang lain); cyberstalking (menguntit di dunia maya yang kemudian berujung penguntitan di dunia nyata); revenge porn (penyebaran foto/video asusila dengan tujuan balas dendam yang dibarengi dengan tindakan intimidasi dan pemerasan).

Tidak hanya itu, Pandu menggarisbawahi sebuah hal penting dalam perlindungan anak. Yakni kehadiran orang tua yang memahami dan bisa menjalin komunikasi yang erat dengan anak-anak, agar bisa mendeteksi sejak dini kejadian perundungan. 

Sebuah fakta dari riset cyberbullying statistics tahun 2021 mengungkap, 62 persen remaja tidak mau menceritakan perundungan yang dialami kepada orang tua. 

“Orang tua perlu hadir tidak hanya sebagai ayah atau ibu, tapi juga teladan dan sahabat dimata anak-anak,” tandas Pandu. (jaz/rhd)


Baca juga:

Sorry, you cant copy SERU.co.id!