Pemkot Bakal Siapkan Sentra ICU Tambahan dan Tabung Oksigen

Malang, SERU.co.id – Mengantisipasi lonjakan pasien terkonfirmasi positif covid-19, Pemkot Malang bakal menyediakan bed tambahan. Bed tambahan tersebut akan difungsikan di ICU (Intensive Care Unit) untuk pasien gejala kritis.

Walikota Malang, Drs H Sutiaji menuturkan, rencana tersebut masih dalam proses pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang. Total sebanyak 50-70 bed lebih akan disiapkan untuk sentra ICU.

“Kami rencanakan 50 sampai 70 bed untuk ICU, sudah ditata oleh Direktur RSUD Kota Malang,” seru Sutiaji, di Ngalam Command Center Balaikota Malang, Senin (19/7/2021).

Pihaknya menuturkan, saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan mengalami lonjakan. Karena bed diisi tidak hanya warga Kota Malang, melainkan juga beberapa daerah Jawa Timur.

Rumah sakit yang berada di Jalan Rajasa No.27, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut masih akan berbenah. Tidak hanya dengan Dinas Kesehatan dan Pemkot Malang, juga bekerjasama dengan stakeholder lain.

Sutiaji menambahkan, rencana  membuat sentra ICU bagi pasien Covid-19 tersebut bukan darurat dalam BOR ruang isolasi. Melainkan kapasitas ICU sudah mendekati penuh.

“Seperti RST Dr Soepraoen di Rumah Sakit Lapangan (RSL), masih belum terisi karena menunggu pasien bergeser dari ICU,” papar pria asli Lamongan ini.

Pemkot Malang tidak berhenti disitu, dalam minggu ini akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur. Pemprov Jatim bakal memberikan isi ulang tabung oksigen secara gratis kepada isoman dan ambulan yang sedang membutuhkan bagi pasien.

“Kita juga akan pengadaan tabung oksigen gratis, informasinya Rp2,8 juta per tabung,” ungkapnya

Lebih lanjut, soal teknis penyaluran dan siapa-siapa yang bisa menerima isi ulang oksigen tersebut masih akan dibicarakan lebih dalam. Diharapkan, Pemkot Malang bisa mensupply masyarakat isoman.

Baca juga:   Instruksi Mendagri Terbit, Ini Sanksi Pelanggar PPKM Darurat

Kemungkinan bisa disalurkan ke fasilitas-fasilitas kesehatan (fasyankes), kemudian warga bisa mendapatkan di tiap-tiap puskesmas. Sehingga orang yang sudah dalam kehabisan oksigen, kritis bisa ditolong dengan cepat dan tepat.

“Nanti siapa saja isoman yang bisa mendapatkan tabung oksigen yang menentukan adalah pihak Puskesmas,” pungkasnya. (jaz/rhd)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *