Pemkab Malang Belum Anggarkan Bansos Untuk Covid-19

Malang, SERU.co.id – Penanganan Covid-19 masih berlanjut. Saat ini sedang berlangsung pemberlakuan pembatasan kegiatan (PPKM) jilid III dengan sistem mikro. Yakni pembatasan yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat di lingkup RT atau RW.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Malang berencana untuk menganggarkan sejumlah bantuan sosial. Dan diperuntukan bagi masyarakat yang dinilai terdampak pandemi Covid-19. Meskipun hal itu masih sebatas wacana.

Hanya saja saat ini, melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkab Malang fokus untuk mengawal penyaluran bansos dari pemerintah pusat. Baik dalam penanganan Covid-19, maupun melalui program-program yang sebelumnya sudah digulirkan oleh pemerintah pusat.

“Masih belum. Karena saat ini masik fokus mengawal bantuan dari pusat. Baik BPNT (bantuan pangan non tunai), PKH (Program Keluarga Harapan) atau BST (Bantuan Sosial Tunai). Dan kabupaten masih terus validasi,” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Nurhasyim beberapa waktu lalu.

Dan untuk  di tahun 2021 ini, masih belum dianggarkan bantuan untuk penanganan Covid-19. Pasalnya, bantuan yang sudah direncanakan masih digulirkan untuk penanganan permasalahan sosial yang berkaitan dengan kesehatan.

“Bantuannya  masih untuk bencana alam, bencana sosial, penanganan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) atau seperti orang yanh dipasung itu. Sementara untuk PPKM masih belum,” imbuhnya.

Pihaknya belum bisa memastikan, kapan bantuan tersebut akan mulai dianggarkan. Dan masih menunggu instruksi dari pimpinan untuk realisasinya.

“Belum, ya nunggu instruksi pimpinan. Karena anggarannya masih fokus untuk kesehatan. Meskipun vaksin sudah dari Pemerintah Pusat, namun untuk operasionalnya juga butuh biaya. Dan untuk kebutuhan penanganan kesehatan lainnya. Selain itu kami juga fokus mengawal bantuan dari pusat. Ada BPNT, BST dan bantuan sembako dari pusat,” pungkasnya. (sur/red)