Pemkab Bersama Unair dan FIJ Bojonegoro Lakukan Pembinaan IKM

Bojonegoro, SERU.co.id –  Universitas Airlangga bekerjasama dengan Forum IKM Jawa Timur (FIJ) cabang Bojonegoro menggelar pelatihan dan pendampingan bagi pelaku industri kecil menengan (IKM). Kegiatan dilakukan berkelanjutan sejak Juli hingga September 2022 mendatang.

Kerjasama ini sudah terjalin sejak masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tahun 2021. Hingga kini kerjasama berjalan secara berkelanjutan berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan pelatihan sendiri digelar di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Dinas Kominfo Bojonegoro.  

“Kami sangat mengapresiasi langkah Unair yang selama ini ikut membantu pengembangan IKM di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Kabid PIKP Dinas Kominfo Bojonegoro, Johan Pundi Lestari.

Sementara itu, Riska Nur Rosyidiana, S.E., M.Ak., CRA., CAPF, dosen, peneliti dan konsultan Departemen Bisnis Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyatakan penyusunan laporan laba rugi diperlukan untuk mengetahui kondisi keuangan usaha pada periode tertentu. 

“Pelaku usaha dapat menggunakan laporan laba rugi sebagai alat pengambilan keputusan terkait pengelolaan usaha. Jika setelah dianalisa terdapat pos-pos beban yang terlalu besar, pelaku usaha dapat menganalisis penyebab dan mencari solusi guna menekan biaya tersebut,” terangnya. 

Jika laba kotor dirasa terlalu kecil, lanjut dia, pengusaha IKM dapat menganalisis harga pokok penjualan dengan opsi mencari supplier bahan baku yang lebih murah atau meningkatkan harga jual produk di pasar. Laporan laba rugi yang disampaikan ini merupakan syarat utama bagi setiap IKM sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM).  

Praktik pendampingan penyusunan laporan laba rugi dipandu oleh Mochammad Nurul, Dosen Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, didampingi oleh mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. 

FIJ Bojonegoro merupakan salah satu cabang Forum IKM Jawa Timur dengan total anggota 100 unit usaha yang telah berdiri sejak 2018. FIJ Bojonegoro dipimpin oleh Silvia Meris Retnowati yang juga pemilik Lyly Bakeri. 

Proporsi UMKM binaan FIJ Bojonegoro terbesar adalah 60% pada produk makanan dan minuman, sedangkan bidang produk aksesoris (Craft) dan konveksi (fashion) memiliki proporsi yang sama yaitu masing-masing 20%. 

Kerjasama ini telah berjalan dalam 3 kegiatan. Yakni perencanaan pada Juli 2022 sebagai langkah tindak lanjut kerjasama Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dengan FIJ Bojonegoro serta mendengarkan aspirasi kebutuhan IKM di Bojonegoro. 

Kegiatan kedua berupa pelatihan pada 13 Agustus 2022 dengan 25 partisipan yang merupakan anggota aktif Forum IKM Jawa Timur (FIJ) cabang Bojonegoro. Sebanyak 59,6% peserta bergerak di industri makanan dan minuman, 18,5% di industri craft dan sisanya di industri fashion. Tema yang diambil ‘Pengembangan Product Detail Pages dalam Upaya Optimalisasi Pemasaran Digital dan Penyusunan Laporan Laba Rugi untuk Menganalisis Kinerja Industri Kecil Menengah’. 

Sementara itu, salah satu peserta pemilik usaha Raflesia menyampaikan bahwa langsung mendapatkan order dan pembeli bersedia menjadi reseller. “Terima kasih banyak atas bantuan dari pihak UNAIR. Awalnya saya ragu untuk beralih ke platform online, namun dengan pendampingan saya menjadi yakin untuk memperluas jaringan usaha,” kata Ibu Anna, pemilik usaha Raflesia. (*/ono)

Sorry, you cant copy SERU.co.id!