Pembangunan Hunian Sementara Korban Brau Siap Akhir Bulan April

Batu, SERU.co.id – Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana longsor Dusun Brau, Desa Gunungsari, ditargetkan rampung pada akhir April. Huntara tersebut akan dibangun Dinsos Kota Batu, menggunakan anggaran senilai Rp300 juta. Dengan total 15 unit Huntara di kawasan area SMP 1 Atap Kota Batu.

“Ukurannya sekitar 4×6 dengan dua kamar dan satu ruangan serbaguna didalamnya. Sudah dibangun sejak tiga hari yang lalu,” ujar Kadinsos Kota Batu Ririck Mashuri, ketika dikonfirmasi Kamis (8/4/2021).

Ia juga menambahkan, kedepannya jika huntara tersebut telah dibangun, maka pihak Dinsos juga akan mengucurkan bantuan logistik kepada masyarakat selama tiga bulan.

Tak sampai disitu saja, Ririck juga mengaku, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu. Sehingga penghuni huntara nantinya bisa mengisi waktunya dengan membaca buku.

Selain itu, di kawasan tersebut nantinya juga akan dipasang wifi sebagai antisipasi penghuni. Dimana anaknya, masih melakukan aktivitas secara daring.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Sujono Djonet berharap, pihak eksekutif bisa segera merealisasikan pembangunan huntara. Karena masyarakat Dusun Brau sudah mulai jengah dengan kurang jelasnya nasib mereka.

“Jangan sampai mereka kehilangan kepercayaan dengan pemerintahan. Mereka korban dan jangan sampai mereka masih terbebani mentalnya, karena menunggu kejelasan,” serunya.

Selain itu, Djonet juga memberikan masukan. Kedepannya pihak eksekutif harus memiliki tempat khusus, sebagai penyimpanan alat-alat kebencanaan dan fasilitas kebencanaan yang memadai.

Menurutnya, hal ini dikarenakan dalam beberapa kasus, dirinya melihat adanya respon yang lambat dari pihak eksekutif. Maka dari itu, ia menekankan perlunya efisiensi anggaran dan perbaikan pelayanan terhadap korban bencana alam di Kota Batu.

Baca juga:   ADD Dikorupsi, Bendahara Pemdes Bulukerto Digelandang Kejari Batu

“Kalau perlu pakai tenda hidrolik atau tenda yang memiliki teknologi modern. Meskipun sedikit mahal, namun bisa dipakai berulang kali. Jangan hanya satu kali pakai, karena itu sama saja dengan buang-buang anggaran,” tandasnya. (ws2/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *