Parade Teater, Ajang Seniman Berekspresi Virtual

Malang, SERU.co.id – Seni pertunjukan teater memasuki babak baru di musim pandemi. Banyak diskusi-diskusi yang ingin mencari solusi bagaimana seni tetap eksis.

“Tahun ini, kami merencanakan akan ada parade teater. Kemungkinan besar akan di mulai awal April. Dengan menampilkan empat kelompok,” seru Doni Kusindarto, saat dihubungi dalam sambungan telepon, Minggu (14/2/2021).

Tak hanya sekali, pertunjukan juga akan digelar setelah Idul Fitri dibawah naungan Dewan Kesenian Malang (DKM).

“Kemudian akan diadakan lagi setelah lebaran. DKM akan memberi ruang saja. Memberi tempat bagi teman-teman yang rindu berkarya,” paparnya.

Sekretaris DKM ini mengungkapkan, kemungkinan akan ditayangkan secara virtual. Hal ini baru bagi dunia teater yang dulu harus ada penontonnya secara langsung.

Pertunjukan teater masih diminati kaum pemuda. (ist) - Parade Teater, Ajang Seniman Berekspresi Virtual
Pertunjukan teater masih diminati kaum pemuda. (ist)

“Ya memang belum ada kepastian atau mungkin ini perjalanan suatu budaya baru yang melahirkan teater baru. Sama sekali belum terduga dan terbayangkan yang dilakukan teman-teman. Masih mencoba panggung baru, yakni youtube atau instagram,” bebernya, kepada SERU.co.id.

Mau tidak mau pihaknya tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena memang aturannya seperti itu.

“Situasi hari ini kan adaptasi penyesuaian, tidak hanya teater saja. Kemampuan untuk beradaptasi ini yang membuat teater akan tetap ada,” jelasnya.

Pegiat teater ini menambakan, ada seni teater yang tidak terbatas antara sutradara dan aktor. Mengisi kekosongan di berbagai lini, dan tidak saklek sutradara terus. Namun sutradara juga bisa menjadi aktor dan sebaliknya.

“Menjadi salah satu alternatif bagi berbagai kondisi teater yang berkembang saat ini. Artinya memang lebih menekan sifat-sifat kolaboratif. Teater atau sutradara tidak menjadi superioritas lagi, tapi menjadi mitra bagi para talent,” tandasnya. (ws1/rhd)