PANDEMI COVID-19 DAN TANTANGAN PENYESUAIN DIRI

Nama : Jingga Surya Andoko
Fakultas : Ilmu komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang

Pandemi Covid-19 juga telah mengakibatkan perubahan sosial yang tidak terduga. Padahal sesungguhnya masyarakat tidak menginginkan perubahan sosial yang terjadi secara intermiten (mendadak dan tidak merata). Situasi mereka yang tidak mampu menerima perubahan akibat wabah Covid-19 tentu akan mengganggu nilai dan norma sosial masyarakat yang telah terbentuk dan dianut selama ini.

Harus diakui bahwa wabah Covid-19 telah menyebabkan masyarakat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis transformasi sosial yang dialaminya. Era pra-pandemi sekarang harus dibuat sesuai dengan norma protokol kesehatan. Pasalnya, wabah Covid-19 telah menyusup ke setiap bagian kehidupan masyarakat yang telah melembaga melalui rutinitas yang teratur dan berulang.

Adaptasi terhadap perubahan ini mutlak harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 di masyarakat. Filsuf Yunani Kuno Herakleitos pernah berujar “Panta rhei kai uden menei,” yang singkatnya bermakna bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.

Ini juga merupakan dasar dari teori evolusi Darwinisme, yang menyatakan bahwa makhluk yang bertahan adalah yang paling mudah beradaptasi dengan perubahan. Perubahan dalam banyak elemen kehidupan, termasuk perubahan masyarakat. Namun, hal terpenting dan terutama dalam kondisi pandemi saat ini adalah perubahan atau penyesuaian diri sendiri.

Penyesuaian atau perubahan diri adalah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar dengan lingkungannya, sehingga seseorang merasa puas terhadap dirinya dan terhadap lingkungannya. Pada dasarnya penyesuaian diri memiliki dua aspek yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial. Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Individu tersebut menyadari sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dan mampu bertindak obyektif sesuai dengan kondisi dirinya.

Sedangkan penyesuaian sosial adalah penyesuaian yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat, tentunya di dalam masyarakat tersebut terdapat proses saling mempengaruhi diantaranya. Dari proses tersebut akhirnya timbul suatu pola tingkah laku yang sesuai dengan aturan, hukum, adat, nilai, dan norma yang harus mereka patuhi sendiri dalam rangka menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Penyesuaian sosial akan terjadi dalam lingkup hubungan sosial pada tempat individu tersebut tinggal dan berinteraksi dengan orang lain.

Menurut gagasan sosiologis, perubahan sosial dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai bentuk, seperti yang dinyatakan dalam buku Irin Veronica Sepang Sociology (2020). Perubahan sosial dibagi menjadi dua kategori berdasarkan ruang lingkupnya: perubahan sosial kecil dan perubahan sosial yang signifikan. COVID-19 telah menyebabkan berbagai perubahan sosial, dari sedikit perubahan dalam kehidupan sehari-hari hingga perubahan struktural yang substansial dalam masyarakat Indonesia.

Penyesuaian kecil, sebagai permulaan, adalah perubahan dalam struktur sosial yang tidak memiliki pengaruh langsung pada komunitas yang lebih besar. Penyesuaian kecil ini biasanya terjadi dalam diri seseorang dan dilakukan oleh individu tersebut. Dalam kasus pandemi COVID-19, misalnya, perubahan sosial kecil ini mengharuskan individu mengikuti standar kesehatan, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak aman.

Kedua, ketika terjadi perubahan sosial yang besar yang mengubah aspek fundamental dari struktur sosial, perselisihan berkembang dari waktu ke waktu, berkurang, dan masyarakat menerima perubahan tersebut. Misalnya, modifikasi tatap muka dalam sistem kerja, sistem pembelajaran, dan sebagainya kini harus diganti dengan sistem yang berani memanfaatkan program video teleconference seperti Zoom, Google Meet, dan lain-lain.