MWF, Korban Perundungan Alami Penggumpalan Darah di Otak

Malang, SERU.co.id – ES (39), ayah dari korban MWF (8), korban perundungan oleh kakak tingkat sekolahnya itu menjelaskan, dari hasil CT scan yang dilakukan pihak rumah sakit, putra keduanya tersebut mengalami adanya penggumpalan darah dari di bagian otaknya.

ES mengatakan, dirinya dan pihak keluarga yang lain tidak tahu menahu terkait perundungan yang dialami anaknya itu. Karena sang anak enggan bercerita. Dirinya baru mengerti saat MWF sudah sadarkan diri dari komanya.

“Hari Jumat jam setengah 11.00 malam dia sadar, paginya dia sudah mentok, kalau orang Jawa bilang pegelnya (jengkelnya) sudah mentok. Jadi pagi itu yang dia ingat diceritakan yang, siang, sore sampai malam cerita itu-itu terus,” seru ES saat dikonfirmasi SERU.co.id.

Menurut pengakuan korban, lanjut ES, korban sudah dirundung dengan anak-anak yang sama sejak dirinya duduk di kelas 1 SD.

“Itu mulai dari kelas 1, jadi pemalakan intinya. Sakunya (uang) kan Rp6 ribu, yang Rp5 ribu diminta kalau nggak setor dihajar sama kakak kelas 6. (Nama Korban) ini masih kelas 2, jauh nggak imbang, kalau dia satu lawan satu dia berani kendel dia, anaknya berani kalau sudah keroyokan nggak berani dia,” jelasnya.

Dari pihak sekolahan sudah datang ke rumah sakit dan meminta maaf atas kelalaian mereka. Namun sayangnya menurut pengakuan ES, keluarga terduga terlapor belum ada itikat baik untuk meminta maaf, maupun menjenguk anaknya di rumah sakit.

“Sama sekali nggak ada, sama sekali nggak ada yang datang, telepon, nggak ada,” tuturnya.

Sorry, you cant copy SERU.co.id!