MUI Imbau Tak Terprovokasi Kelompok Anti-Islam

Jakarta, SERU.co.id – Usai pekan lalu terjadi kerusuhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat Indonesia tak terpancing dengan aksi kelompok anti-Islam yang terjadi di Kota Malmo, Swedia dan Oslo, Norwegia.

Unjuk rasa kelompok anti-Islam tersebut memicu terjadinya ketegangan antara umat Islam dan kelompok tersebut. Lantaran ada aksi perobekan dan pembakaran Al-Qur’an. Karena kerusuhan tersebut, umat Islam dari seluruh dunia mengecam tindakan kelompok anti-Islam tersebut.

MUI pun turut mengecam dan mengutuk pelaku yang merobek dan membakar Al-Qur’an. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama MUI, Ustadz Nadjamuddin Ramly menyebut, tindakan pelaku adalah barbar dan biadab.

“Kami sebagai komunitas Muslim Indonesia tidak menerima perlakuan itu. Jadi tindakan kebiadaban dan kezaliman oleh sekelompok orang di sana adalah tindakan terkutuk,” seru Ramly, dikutip dari Republika.

Ramly mengingatkan umat Muslim Indonesia untuk tidak terpancing dan terprovokasi dengan kelompok tersebut. Ia meminta masyarakat untuk menghindari konflik antar agama dan menjaga keharmonisan yang telah terjalin, khususnya di Indonesia.

MUI. (ist)

“Perkuat bangsa ini dengan persatuan Indonesia, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, sehingga tidak terjadi malapetaka di bangsa ini. Karena bangsa kita sedang terjadi kesulitan ekonomi, kemiskinan, kepailitan, banyak yang terkena PHK, karena terpapar dampak Covid-19,” ujarnya.

Sebagai informasi, seorang pengunjuk rasa di Oslo bahkan merobek Al-Qur’an, Sabtu (29/8/2020). Unjuk rasa ini digerakkan oleh Kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN) yang berlangsung di dekat Gedung Parlemen Norwegia.

Sehari sebelumnya, Gerakan anti-Islam di Malmo, Swedia juga membakar Al-Qur’an. Pelaku pembakaran disebut sebagai pengikut politisi sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan.

United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC), lembaga PBB yang melawan ekstremisme, turut mengecam aksi kelompok tersebut. Mereka menyatakan tindakan kelompok radikal tersebut merusak nilai PBB.

Baca juga:   Jurnalis Malang Raya Tuntut Usut Kasus Kekerasan pada Awak Media

“Dan kelompok radikal lain yang melakukan kekerasan dan mengoyak struktur masyarakat kami,” ujar Komisioner Tinggi UNAOC, Miguel Angel Moratinos, sembari berjanji akan memperkuat dialog antarbudaya dan agama. (hma/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *