Menkes Sebut Pemerintah Luput Awasi Laut Jadi Sebab Varian Delta Masuk Indonesia

Jakarta, SERU.co.id – Varian delta Covid-19 makin banyak ditemukan di Indonesia belakangan ini. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui, salah satu penyebab masuknya varian delta sebab pemerintah lupa menjaga pintu masuk pelabuhan.

“Kita bisa lihat pintu masuk kemarin, Delta, agak kebobolan karena kita lupa menjaga dari sisi lautnya. Sehingga banyak kapal-kapal pengangkut barang yang masuk ke Indonesia dari India, saat krunya mendarat diizinkan turun sehingga menularkan,” ungkap Budi, Senin (13/9/2021).

Budi menyebut, hal tersebut menjadi evaluasi pemerintah untuk memperketat penjagaan pintu masuk ke Indonesia, dari berbagai sisi. Terlebih, varian delta telah ditemukan sebanyak 2 ribu kasus lebih.

Ia menyatakan, pengetatan pintu masuk Indonesia yang paling baik adalah di jalur udara. Ia memaparkan, dari 431.603 yang memasuki kawasan Indonesia melalui lima Bandara, 99 persen di antaranya melakukan entry-test, dan 82 persen exit-test. Angka tersebut jauh dibandingkan jalur laut yang hanya 29.342 orang dengan 65 persen melakukan entry-test dan 28 persen exit-test.

Lebih lanjut, Menkes menyampaikan, pihaknya sedang mengawasi tiga varian batu yaitu C.37 Lambda, B.1621 Mu, dan C.1.2 agar tidak menyebar di Indonesia. Varian C.37 Lambda sudah dilaporkan terjadi di 42 negara dan memiliki kemampuan netralisasi serum infeksi. Sedangkan varian Mu sudah tersebar di 49 negara. varian ini disebut dapat menghindari kerja sistem imun tubuh manusia.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Menkes juga mengungkapkan keinginannya agar booster vaksin covid-19 dapat dibeli oleh masyarakat umum mulai tahun depan. Dalam rancangannya, masyarakat nantinya dapat memilih sendiri merek vaksin yang akan digunakannya. (hma/rhd)


Baca juga: