Menikmati Keseruan Bermain Layang-layang di VBT

• Terapkan protokol kesehatan selama di area Sobo Layangan VBT

Malang, SERU.co.id – Tak banyak orang bisa bermain layang-layang, lantaran tak banyak pula lokasi yang memungkinkan ‘kertas berusuk’ tersebut bisa ‘bertempur bebas’ di udara. Namun, lokasi di sebelah selatan perumahan Villa Bukit Tidar (VBT) Kota Malang, menjadi alternatif jujugan warga sekitar VBT dan Malang Raya, untuk bermain layangan aduan serta layang-layang hias.

Tentunya menjadi fenomena tersendiri. Permainan tradisional layang-layang kini mulai menggeliat dan kembali menjadi permainan temurun lintas generasi, dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Meski nyaris lekang tergerus era digital, namun menjadi salah satu solusi hiburan penghilang stres akibat pandemi Covid-19.

“Stres diam di rumah terus, ga bisa ngapa-ngapain. Enak disini mas, luas, anginnya besar. Ga ada pohon, kabel listrik dan internet,” ungkap Ucok Iwak P, pengusaha peralatan outdoor di kawasan Sigura-gura ini.

Asyiknya mengajak keluarga bermain layangan.
Asyiknya mengajak keluarga bermain layangan. (rhd)

Menurut pria petualang ini, permainan tradisional layang-layang menjadi alternatif hiburan tersendiri. Kalah menang itu biasa, yang penting hobi dan stres tersalurkan. Seringkali dirinya mengajak anak dan istri ikut bermain layang-layang untuk melepas kepenatan.

“Rutin setiap sore. Seminggu bisa 4-5 kali. Sekali bermain bisa 20-30 layangan. Murah seribuan, beli di Dinoyo,” ucap Ucok, disela kepiawaiannya mengadu layangan di area Sobo Layangan lapangan VBT.

Pengalaman senada, Yulianto dan teman-temannya mengaku ada rasa senang bermain di Sobo Layangan. Pun ketika berhasil memutuskan ‘koneksi’ layang-layang lain dan berebut layangan putus. “Seru bisa beradu dan berebut layang-layang. Kadang sampai lupa, saat bermain layangan, malah ngejar layangan putus,” serunya, diamini 6 orang temannya yang ikut patungan beli layangan.

Baca juga:   Semester Depan, UB Terapkan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Covid-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, SSos, MSi, merespon kegiatan tersebut positif, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menggunakan masker. “Sejak pintu masuk area, petugas langsung monitoring. Tidak menggunakan masker, tidak boleh masuk. Boleh masuk asalkan bermasker. Petugas juga patroli untuk mengingatkan para pemain,” tegas Muwafik, sapaan akrabnya.

Disebutkan Muwafik, area permainan layang-layang sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja mulai bangkit, ketika ada beberapa warga VBT memulai bermain layangan karena jenuh berada di rumah. Sehingga tim Satgas dan warga berinisiatif mewadahi dalam area Sobo Layangan VBT.

Ketua Satgas Covid-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, SSos, MSi.
Ketua Satgas Covid-19 VBT, Akhmad Muwafik Saleh, SSos, MSi. (rhd)

“Mengingat masih masa pandemi, demi keamanan, kenyamanan dan kesehatan bersama, tim Satgas mengatur regulasi prokesnya. Sebab dalam perkembangannya, tak hanya warga VBT, namun cukup banyak masyarakat Malang Raya yang datang ke area Sobo Layangan VBT,” terang Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan FISIP UB ini.

Menurutnya, pandemi bukan menjadi penghalang semua gerak aktivitas sosial. Namun menerapkan prokes lebih utama, agar masyarakat leluasa beraktifitas dalam suasana new normal. “Bermain layang-layang itu aktivitas positif, juga sebagai media hiburan bagi warga di tengah pandemi. Suasana hati anak-anak, remaja dan orang dewasa akan menjadi bahagia, sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh,” tandas pengasuh pesantren mahasiswa Tanwir al Afkar Malang ini. (rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *