Lukisan di Mobil Hardtop Akan Dilelang untuk Bantu Korban Covid-19

Cara Dandim 0808, Wabup dan Seniman Blitar Rayakan Kemerdekaan RI

Blitar, SERU.co.id – Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-76 di tengah pandemi Covid-19, berbagai cara dilakukan masyrakat untuk merayakannya. Diataranya seperti yang dilakukan Dandim 0808 Blitar, Wakil Bupati Blitar dan seniman ternama dari Bumi Proklamator.

Di depan kediaman Proklamator, Ir Soekarno di Istana Gebang, Kota Blitar tersebut, mereka secara spontanitas menggelar kegiatan melukis di atas kanvas mobil jenis jeep Toyota Land Cruiser atau Hardtop. Nantinya lukisan tersebut dilelang, dan hasilnya akan digunakan untuk membantu meringankan warga korban Covid-19.

Adapun seniman yang mendapat kepercayaan melukis di kanvas jeep Toyota Land Cruiser atau Hardtop milik Dandim 0808 Letkol Inf Didin Nasrudin tersebut adalah Sony Yuliono, seniman asli kelahiran Blitar. Beberapa karya seninya sudah mencatatkan 2 rekor MURI yaitu lukisan Bung Karno terbesar dan tertinggi 10 meter × 22 meter dan lukisan sejarah Bung Karno terpanjang 114 meter terdiri 114 karakter Bung Karno.

Sebagai penghormatan, Dandim 0808 Letkol Inf Didin Nasrudin diminta untuk menggoreskan cat pertama di atas Kanvas jeep Toyota Land Cruiser atau Hardtop tersebut. Kemudian disusul Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, dan selanjutnya diteruskan sang pelukis Sony Yuliono.

Dandim 0808 Letkol Inf Didin Nasrudin usai melakukan penggoresan kuas pertama kali mengatakan, gagasan melukis kanvas mobil jeep Hardtop ini, awalnya masukan dari teman-teman komunitas penggemar Hardtop Blitar.

“Bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 ini, kanvas Hardtop ini dilukis agar lebih bagus dan mempunyai nilai seni. Kalau kanvas Hardtop polos kan sudah biasa,” kata Letkol Inf Didin Nasrudin, Selasa (17/8/2021).

Didin Nasrudin menandaskan, nantinya setelah lukisan di kanvas ini selesai, akan dilelang. Dan hasilnya akan disumbangkan untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

“Ini kegiatan murni kemanusiaan yang dipadukan seni dan hobi otomotif. Lukisan bertemakan Kemerdekan RI ini dikerjakan di halaman rumah Proklamator Bung Karno di Istana Gebang, Kota Blita. Dan ini merupakan satu-satunya di Indonesia,” tandasnya.

Dandim 0808 Blitar menambahkan, hasil dari lelang lukisan kanvas Hardtop ini, nantinya akan dibelikan Sembako dan obat-obatan, dengan sasaran utama warga terdampak Covid-19 yang masih belum tersentuh bantuan.

“Nanti sasaran utamanya daerah pelosok yang sulit terjangkau bantuan pemerintah, khususnya warga yang masih belum tersentuh bantuan,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso menyampaikan,  sangat mendukung kegiatan ini, bahkan akan membantu untuk melelangkan hasil lukisan tersebut melalui komunitas Hardtop dan koleganya.

“Nanti saya akan bantu untuk melelang hasil lukisan di kanvas Hardtop ini, melalui komunitas serupa di Indonesia,” tandasnya.

Rahmat Santoso membuka, nilai lelang lukisan di atas kanvas Hardtop tersebut, jika melihat dari bahan dan nilai seninya diperkirakan sekitar Rp 25 juta. Karena kanvas Hardtop yang asli atau original harganya mencapai Rp 40-45 juta.

“Kalau kita lelang dengan nilai awal Rp 25 juta itu, sudah wajar,” ujar Wabub Rahmat Santoso.

Ditempat yang sama, Sony sebelum memulai melukis di atas kanvas mobil jeep Hardtop tersebut, mengaku mendapat inspirasi melukis sosok Bung Karno, Supriyadi dan ikon Blitar yaitu Candi Penataran serta bendera merah putih.

“Sementara ini, yang ada dalam benak saya baru 3 obyek itu. Karena sesuai temanya kemerdekaan Indonesia dan Blitar. Nantinya obyek-obyek itu akan saya lukis di keempat sisi kanvas mobil Hardtop ini. Yaitu di samping Kiri, kanan, belakang dan atap,” kata Sony Yuliono.

Untuk diketahui, mobil jeep Toyota Hardtop tahun 1981 berbahan bakar bensin ini, untuk yang tipe kanvas termasuk limited edition. Karena hanya diproduksi 2 tahun 1981-1982. Sedangkan harga pasarannya untuk yang mendekati full original (100 persen), bisa menembus angka Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Sementara yang sudah restorasi atau dikembalikan seperti original, berkisar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. (fjr/mzm)


Baca juga: