Lembah Indah Malang, Surga di Gunung Kawi?

Malang, SERU.co.id – Siapa yang tak tahu wisata Gunung Kawi? Eits jangan paranoid mistis ya? Kini ada wisata alam baru laiknya surga di Gunung Kawi, yaitu Lembah Indah Malang. Tepatnya di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Tak jauh dari wisata Keraton Gunung Kawi dan Pesarean Gunung Kawi.

Selain menawarkan wisata alami perbukitan dan lembah, ikonik yang paling menarik yaitu Rumah Dome. Mirip rumah Dome Teletubbies di Nglepen, Sleman, Yogyakarta, atau rumah Iglo suku Eskimo di Kutub Utara. Selain sebagai rumah singgah, rumah dome ini juga berfungsi sama, yaitu anti gempa dan menghangatkan dari cuaca dingin Gunung Kawi.

Deretan dome untuk sharing glamping (berkelompok) di kaki Lembah Indah Malang. (rhd)
Deretan dome untuk sharing glamping (berkelompok) di kaki Lembah Indah Malang. (rhd)

Untuk menuju ke sana cukup search di google maps: Lembah Indah Malang. Jika dari pusat Kota Malang, disarankan melewati Jalibar karena lebih nyaman sekitar 36 kilometer, meski sedikit terpaut jauh 7-9 kilometer dari jalur lain. Dengan kontur medan menanjak dan berliku, perjalanan akan terbayar lunas setibanya di sana. Selain harga tiket masuk hanya Rp 15.000 per orang, konsep pemandangan alam bukit dan lembahnya sangat menakjubkan laiknya surga.

“Konsep Lembah Indah Malang ini mengusung Edu Resort. Di mana kami memadukan landscape pemandangan yang instagramable dengan konsep edukasi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan hingga peternakan, serta penginapan. Nantinya akan dilengkapi wahana permainan dan lainnya,” seru Fadli Umam, Deputy General Manager Lembah Indah Malang.

Deputy GM Lembah Indah, Fadli Umam. (rhd)
Deputy GM Lembah Indah, Fadli Umam. (rhd)

Dibangun di atas lahan sekitar 20 hektar (ha) diatas 1100 mdpl sejak 3 tahun lalu, sebenarnya Lembah Wisata Indah belum dibuka secara resmi, karena masih belum 100 persen. Namun keindahannya tak menyurutkan netizen datang, setelah mengetahuinya dari media sosial. Rencananya, fasilitas yang akan disediakan beragam, secara bertahap hingga diperkirakan lengkap pada tahun depan.

“Saat ini masih 20-30 persenan. Kami masih progres lahan pertanian sayuran organik, hidroponik, kebun buah, peternakan dan pusat food and beverage. Untuk penginapan tersedia villa dengan konsep rumah ala Swiss, VIP glamping, hingga bed sharing glamping,” imbuh Umam, sapaan akrabnya.

Perpaduan kontur bukit dan lembah. (rhd)
Perpaduan kontur bukit dan lembah. (rhd)

Dukungan Pemkab Malang, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang dan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, serta dinas terkait cukup besar. Lantaran sebagian besar SDM berasal dari masyarakat setempat.

“Alhamdulillah bulan Juni kemarin kami mendapatkan izin untuk membuka tempat wisata ini. Namun belum Grand Opening atau launching dikarenakan beberapa hal, khususnya Covid-19. Mau tak mau, kami terapkan protokol kesehatan, menyediakan wastafel di beberapa tempat, mengingat animo masyarakat cukup tinggi,” terang pria asal Medan ini.

Edukasi peternakan di sekitar lembah. (rhd)
Edukasi peternakan di sekitar lembah. (rhd)

Sejak dibuka untuk umum pada awal Juli lalu. Okupansi rata-rata pada hari Selasa-Jumat sekitar 700 – 1000 pengunjung. Sementara Sabtu-Minggu sekitar 2000 – 5000 pengunjung. Dengan jam operasional normal mulai jam 7 pagi hingga jam 6 sore. “Meski terlihat wah, namun Edu Resort ini kita tujukan untuk masyarakat midle low. Cuma Rp 15.000 lho, bisa menikmati semuanya,” timpal Umam.

Sementara fasilitas penginapan yang tersedia dan tersebar masih terbatas. Mulai dari glamping bed sharing Rp 95.000 per orang hingga villa utama berkapasitas 10 orang Rp 1,750 juta. “Kedepannya, kami akan membuka banyak kamar-kamar. Karena pemandangan saat malam hari itu luar biasa indah. Cocok untuk keluarga dan pasangan, maupun ramai-ramai berkelompok,” tandas Umam. (rhd)