Label Musik IMI Wadahi Musisi Malang ke Blantika Musik Nasional

Malang, SERU.co.id – Digawangi Indra Kenatha, label musik Indra Musik Indonesia (IMI) resmi berdiri pada 10 Mei 2021 di Kota Malang. Tepatnya beralamat di M. Wiyono no. 32 (belakang SPBU SKI). Kreativitas dan produktivitas para pegiat musik di Kota Malang pada saat ini, tak lepas dari peran IMI.

Dalam perjalanannya, IMI tak hanya sebagai label musik. IMI juga beraktivitas sebagai agregator di bidang publishing, manajemen artis, audio dan visual production, hingga education.

“Tujuan berdirinya IMI untuk menjadi agregator bagi musisi-musisi di Kota Malang dan sekitarnya. Dalam memperkenalkan dan menyuguhkan karya-karya lagu mereka pada penikmat musik di tanah air dan seluruh dunia,” seru Indra Kenatha, disela launching IMI, Minggu (21/11/2021).

Launching IMI ditandai pemotongan tumpeng. (rhd) - Label Musik IMI Wadahi Musisi Malang ke Blantika Musik Nasional
Launching IMI ditandai pemotongan tumpeng. (rhd)

Mantan keyboardist Taxi Band ini mengaku, optimis mampu membangun IMI, lantaran dibantu oleh rekan-rekannya yang sudah berpengalaman di industri musik. Dengan keberadaan IMI ini, tentu bisa menjadi pilihan baru bagi siapapun dalam menyalurkan karya. Serta jalan sukses berkarya tanpa harus hijrah ke Ibukota.

“Dengan pengalaman ini, saya berharap nantinya program kerja bisa diwujudkan secara lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan,” optimisnya.

Disebutkannya, melalui IMI, karya-karya lagu mereka akan terlindungi secara undang-undang oleh pemerintah dan dilindungi seluruh dunia. Apalagi di era digital ini, karya lagu mereka bisa menjangkau ke negara-negara lain di seluruh dunia.

“Saya melihat potensi lokal yang sangat luar biasa dimiliki oleh para pegiat musik pada seluruh daerah di Indonesia. Dan saya ingin mengajak mereka berjuang meraih kesuksesan bersama IMI,” jelas Indra, didampingi sang istri sekaligus Direktur IMI, Artfani Gemelly.

Founder IMI, Indra Kenatha. (rhd) - Label Musik IMI Wadahi Musisi Malang ke Blantika Musik Nasional
Founder IMI, Indra Kenatha. (rhd)

Menurut Direktur IMI, Artfani Gemelly, seorang musisi sebelum merilis karya lagu, sebaiknya karya intelektualnya tersebut diproteksi terlebih dahulu. Agar bisa aman dan haknya jelas dengan cara bergabung dengan music publishing dan lembaga manajemen kolektif.

“Jika kalian ada karya genre apapun, mari kita bekerjasama, mulai recording, arrange music sampai publishing dan royalti. 100 persen royaltinya terjamin. Dalam waktu 6 (enam) bulan berdiri, sudah ada 8 (delapan) artis yang sudah bergabung IMI,” papar Fani, sapaan Artfani Gemelly.

Direktur IMI, Artfani Gemelly, didampingi Music Director IMI, Rachmat Dhani Yusuf, menjawab pertanyaan awak media. (rhd) - Label Musik IMI Wadahi Musisi Malang ke Blantika Musik Nasional
Direktur IMI, Artfani Gemelly, didampingi Music Director IMI, Rachmat Dhani Yusuf, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Sebagai informasi, sejumlah musisi yang telah bergabung di IMI. Diantaranya Arden Xander (Vokalis Taxi Band yang pernah mengikuti ajang The Voice), Bisma Haryu, Berlian Andri, Dandy, Enal, Gigih Swaditya, Cinta Salsadilah, Wahyu Crist, dan Kenatha, serta lainnya.

IMI juga melayani titip edar di sejumlah platform musik, stasiun radio dan ekspose di media. Seperti platform Spotify, iTunes, langitmusik, Apple Music, Joox, Deezer, YouTube Music, dan lainnya. Tanpa perlu bersusah payah ke ibukota.

“Buat temen-temen yang titip edar, ada laporan tiap 3 bulan sekali. Mau cover lagu atau jingle lagu, IMI bisa,” tandasnya, sembari menyebut bisa DM akun Instagram: @indramusikindonesia. (rhd)


Baca juga: