Kota Malang Targetkan 100 Kampung Tangguh

Malang, SERU.co.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, mulai berlaku Selasa (9/2/2021) hingga Senin (22/2/2021).

Kapolresta Malang Kota berencana menambah Kampung Tangguh sebagai bentuk pencegahan yang dimulai dari bawah. Karena Kota Malang sebagai cikal bakal Kampung Tangguh Semeru, yang kemudian diikuti seluruh Indonesia.

“Saat ini kami mempunyai 85. Nah selama PPKM Mikro ini, dari 57 kelurahan kita targetkan punya 100 kampung tangguh, hingga pekan depan,” seru Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Selasa (9/2/2021).

Selain itu, TNI-Polri juga terus akan melakukan Operasi Yustisi sebagai bentuk pendisiplinan yang sudah dilaksanakan selama ini. Mulai tingkat masing-masing kecamatan maupun kelurahan.

“Yang kita perkuat di PPKM Mikro ini untuk Work From Home dan Work From Office nya kan 50 persen. Lalu jam buka (Mal dan Pusat perbelanjaan, red) itu sampai jam 21.00 WIB. Ketiga adalah memperkuat kegiatan tracing dan tracking,” tutur Leo, sapaan akrabnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, mereka sanggup melakukan tracing dan tracking sebanyak 175 sampel. Dengan 11 unit mesin PCR itu, durasi masing-masing antara 100 sampai dengan 200 sampel per hari.

“Dari situ kita bisa ambil rata-ratanya 150, berarti 1.650 sampel yang kita kakukan PCR Swab setiap hari di Kota Malang,” ungkap lulusan predikat caumlade Magister Hukum Brawijaya.

Sebagai bentuk langkah komitmen dalam penanggulangan Covid-19, total rumah sakit rujukan dari 8 menjadi 11.

“Lalu kita juga menambah Rumah Sakit Lapangan dan lain-lain. Ini adalah bentuk wujud komitmen 3T (Tracing, Tracking, Treatment) yang kita laksanakan,” bebernya.

Melalui 3T, semakin banyak yang di tracing dan tracking, maka akan mudah ditemukan berapa rate-nya.

“Positivity rate kita itu dibawah 1 persen yakni 0,82 persen. Artinya tingkat penyebaran kita rendah. Itu yang positif perlu kita lihat dan tetap gencar melakukan 3T,” pungkasnya. (ws1/rhd)