Korban Arisan Bodong Kembali Mendatangi Polresta Malang Kota

Malang, SERU.co.id– Sekumpulan wanita cantik, yang berprofesi sebagai biduan berbondong-bondong mendatangi Polresta Malang Kota untuk menindaklanjuti aduan yang pernah mereka layangkan sebelumnya, Senin (25/7/2022) lalu. Mereka yang jadi korban arisan itu membawa poster besar berisi foto terduga pelaku.

Salah satu member korban arisan bodong, Nur Aisyah mengatakan, kedatangan mereka ke Mapolresta Malang Kota bertujuan untuk langsung melaporkan terduga pelaku.

“Ini langsung laporan. Kami sudah buat surat kuasa untuk kami yang melaporkan,” seru Nur Aisyah, atau yang lebih akrab di panggil sasa Veronica, saat di panggung itu.  

Tak hanya wajah terduga penggelapan uang arisan yang terpampang jelas, mereka juga membawa poster berisi tulisan ‘Laras Vindy (Atas) Owner/Pengelola Arisan Bodong’. Dan ‘Sebelum perawatan pakai uang member arisan dan Sesudah perawatan pakai uang member arisan’.

Saat kedatangan pertama, para wanita berparas ayu itu melakukan pengaduan atas penipuan arisan bodong. Dengan memakan korban sebamyak 100 orang dari penjuru Jawa Timur, jika ditafsir kerugian mencapai Rp2 milyar. Namun untuk saat ini yang resmi melaporkan ke pihak Polresta Malang Kota, hanya 10 orang saja.

“Ini yang resmi melapor sekitar 10 orang. Dari 10 orang ini diperkirakan kerugiannya sekitar Rp150 juta. Kami melapor dengan membawa tambahan bukti seperti bukti transfer dan lainnya. Kami juga bawa poster foto Ayas Vindy ini sebagai owner arisan,” tuturnya.

Menurut korban lainnya, Vita Alesya, pelaku arisan bodong yakni Ayas Vindy, telah menghilang sejak hampir sebulan lalu. Para korban, sebelumnya telah melakukan pencarian dan bertemu oleh suami pelaku. Sayangnya  setelah melakukan pengaduan pertama, suami tersangka pun  ikut menghilang entah kemana.

“Sudah satu bulan lalu (Ayas Vindy) hilang. Sekarang gantian suaminya yang hilang setelah kita pengaduan kemarin itu. Jadi sekarang dua-duanya sudah gak ada di rumahnya,” tutur Vita.

Mereka berharap dengan adanya laporan ini, owner arisan yang tidak bertanggungjawab tersebut bisa diketemukan kemudian membayar kembali uang para korban.

“Ya pengennya segera ketemu bisa ditangkap. Sudah sebulan ini hilang bawa uang kami semua,” tutupnya. (ws6/ono)

Sorry, you cant copy SERU.co.id!