Komitmen Kota Malang Ramah Lansia

Malang, SERU.co.id – Walikota Malang Drs H Sutiaji menjadi keynote speaker Mental Health Seminar yang diselenggarakan dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-24 di Akasia Ballroom, Savana Hotel, Jl. Letjen Sutoyo 30-34 Malang, Selasa (27/10/2020). Dimana Kota Malang sangat berkomitmen dalam penguatan Kota Malang ramah lansia.

“Jadi Malang itu ramah anak, juga ramah lansia. Kita akan siapkan, yang sekarang kan sudah ada beberapa taman ya, yang itu ramah lansia. Ini salah satunya juga mendukung ke arah sana,” ungkap Sutiaji.

Menurutnya, peningkatan jumlah lansia dengan berbagai masalah kesehatannya, menjadi tantangan untuk mempersiapkan lansia yang sehat dan mandiri, agar meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara. Terlebih di masa pandemi covid-19 ini, lansia merupakan kelompok yang paling rentan, berisiko terpapar covid-19.

“Lansia menjadi kelompok yang paling rentan karena penurunan sistem imunitas tubuh dan cenderung multipatologis. Sehingga lebih berisiko menderita kefatalan akibat covid-19, maka memerlukan langkah-langkah perlindungan dan pencegahan di semua tatanan, dengan melibatkan masyarakat, terutama keluarga,” imbuh pria penyuka kuliner pedas ini.

Bersama para lansia sebagai bentuk Kota Malang ramah lansia
Bersama para lansia sebagai bentuk Kota Malang ramah lansia. (ist)

Berdasarkan data proyeksi BPS tahun 2019, penduduk lansia di Indonesia sekitar 9,75% atau sekitar 27 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan menjadi 12,54% atau 35,5 juta jiwa di tahun 2025, dan akan terus meningkat di tahun 2035 sebesar 16,77% atau 51 juta jiwa. Hal ini menunjukan bahwa kondisi demografis Indonesia sudah menuju penuaan populasi.

Walikota juga sangat peduli terkait gizi dan kesehatan lansia. Terutama pemeriksaan secara rutin, terkait tensi, kadar gula, penyakit-penyakit kronis maupun penyakit lainnya.

“Penyakit lansia kan beragam, ada gula ya, ada hipertensi, terus ada sesak, maupun rematik, ini selalu kita awasi. Jadi penguatan lansia itu diantaranya,” seru Pak Aji, panggilan akrab Wali Kota Malang.

Baca juga:   Harlah Ke-4 JRA Targetkan 100.000 Praktisi Ruqyah

Sutiaji berpesan bagaimana menseimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani. ”Jadi orang yang tidak banyak kecewa. Tidak banyak berharap pada anak, pokoknya lansia target hidupnya yang biasa-biasa saja,” pungkasnya. (rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *