KNKT Ungkap Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Jakarta, SERU.co.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan laporan awal hasil investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada awal Januari lalu. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Kapten Nurcahyo Utomo menjelaskan, FDR merekam sistem autopilot yang aktif.

“Setelah tinggal landas, pesawat terbang mengikuti jalur keberangkatan yang sudah ditentukan sebelumnya. Kemudian Flight Data Recorder (FDR) merekam sistem autopilot aktif (engage) di ketinggian 1.980 kaki,” papar Nurcahyo. Rabu (10/2/2021).

Pada 14.38 WIB, pilot meminta pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk berbelok ke arah 075 derajat. ATC pun mengizinkan sebab kondisi cuaca. ATC menduga perubahan arah tersebut akan membuat SJ 82 berpapasan dengan pesawat lain. Sehingga, ATC meminta pilot untuk berhenti naik dari ketinggian 11.000 kaki.

Semenit kemudian, pesawat berada di ketinggian 10.600 kaki dengan arah 046 derajat. Pada saat itu, tuas mesin kiri bergerak mundur, sedangkan tuas kanan tetap. ATC menginstruksikan pilot untuk menaikkan pesawat ke ketinggian 13.000 kaki pada 14.39 WIB.

Dari rekaman FDR, pada pukul 14.40, ketinggian SJ 182 mencapai 10.900 kaki. Pesawat kemudian turun dan sistem autopilot tidak aktif. Pesawat berada di 016 derajat dengan sikap pesawat posisi naik dan miring ke kiri. Pada 14.40.10 WIB, FDR merekam autothrottle tidak aktif dan sikap pesawat menunduk. FDR berhenti merekam 20 detik kemudian.

Nurcahyo mengatakan, pesawat mengalami dua kali kerusakan beberapa hari sebelum kecelakaan terjadi. Kerusakan tersebut telah diperbaiki.

“Terkait dengan perawatan pesawat udara, investigasi menemukan ada dua kerusakan yang ditunda perbaikannya sejak 25 Desember 2020,” ungkap Nurcahyo.

Kerusakan tercatat pada tanggal 25 Desember 2020 dan 3 Januari 2021. Namun, berdasarkan catatan perawatan, pesawat telah diperbaiki.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 lalu sekira pukul 14.40 WIB. Korban tewas berjumlah 62 orang. Hingga kini, CVR black box masih dalam pencarian, tetapi FDR black box telah ditemukan. (hma/rhd)