Klarifikasi UNESA Terkait Aksi Bentak dalam Ospek Online

Surabaya, SERU.co.id – Sebuah video viral di sosial media menunjukkan senior yang membentak-bentak mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek secara daring. Tertulis dalam video di bagian bawah, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Pihak kampus Unesa pun memberikan klarifikasi lewat surat resmi yang dikeluarkan Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan, MKes. Dalam surat tersebut, terdapat 5 poin tertulis. Pertama, pihak kampus menyayangkan kejadian tersebut dan mengakui adanya kesalahan.

Surat pernyataan Rektor Unesa. (ist)

“Kami menyayangkan kejadian tersebut, namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa,” tulisnya dalam surat tersebut.

Kedua, Unesa mengambil langkah dalam menangani kasus tersebut. Pihak Kemahasiswaan bersama fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Selain itu, seluruh masalah akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Nurhasan menegaskan, pihak Unesa mendukung adanya PKKMB yang menambah wawasan mahasiswa baru tanpa adanya kekerasan dalam bentuk apa pun. Pihaknya mengatakan, kejadian itu menjadi sebuah masukan untuk memperbaiki pengelolaan kemahasiswaan di masa mendatang.

“Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru, agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi, tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Sehingga, diharapkan dapat tercipta lingkungan institusi pendidikan yang kondusif dan aman demi terciptanya lulusan berkualitas,” tambahnya.

Potongan video ospek online maba tanpa sabuk. (ist)

Sebelumnya, sebuah video yang diunggah oleh akun @skipberat menjadi viral. Video berdurasi 30 detik itu menunjukkan kegiatan PKMB FIP Unesa. Terlihat 3 orang panitia dan 2 mahasiswa baru (maba) dalam video tersebut.

Panitia tersebut meminta maba untuk memperlihatkan ikat pinggang, namun maba menjawab tidak ada. Panitia pun terdengar menggunakan nada tinggi saat menanggapi respons maba tersebut.

Baca juga:   Dinas Pendidikan Luncurkan Aplikasi Jago Sinau

“Nggak ada? Nggak dibaca tata tertibnya?” ujar seorang panitia perempuan.

“Kamu tahu tata tertib nggak?” seru panitia laki-laki.

Saat maba meminta maaf karena tidak memakai ikat pinggang, seorang panitia laki-laki yang lain menyaut sambil membentak.

“Maaf, maaf,” bentaknya. (hma/rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *