Kisah Ibu Asal Sumenep Melahirkan Anak ‘Kembar’ Beda 6 Tahun

Sumenep, SERU.co.id – Sebuah kisah unik dari seorang ibu bernama Aisyah Fiyanti melahirkan anak ‘kembar’ yang rentang usianya berbeda 6 tahun. Hal ini lantas membuat publik bingung, bagaimana mungkin bayi kembar namun usianya berbeda 6 tahun?

Kisah ini berawal saat Aisyah dan suaminya Rifki yang berasal dari Sumenep, Madura, memulai program bayi tabung pada 2015. Program berjalan lancar hingga lahirlah seorang anak bernama Evan di tahun 2016.

“Saya dan suami mulai untuk bayi tabung pada 2015 ada 10 embrio, lalu coba dimasukkan 3 embrio tapi gagal, akhirnya kita coba lagi dan berhasil lahir kakaknya pada 2016,” kata Aisyah, Kamis (18/11/2021) dikutip dari Detik.com.

Enam tahun sejak program pertama itu, Aisyah dan Rifki kembali ingin memiliki buah hati. Pasangan ini kemudian memutuskan melakukan prosedur Frozen Embryo Transfer (FET). Dengan program ini, embrio sama yang disimpan sejak 6 tahun lalu digunakan kembali. FET merupakan proses pembekuan embrio dan mencairkan kembali saat akan ditanamkan ke dalam rahim.

Hasilnya, Aisyah berhasil hamil lagi dan melahirkan pada 11 November 2021. Anak kedua mereka diberi nama Khadijah Adzkiya.

“Si kakak senang banget punya adik, malah kalau ada keluarga yang pengen tahu terus video call gitu enggak dibolehin, protektif dia sama adiknya,” ujarnya.

Dokter yang menangani Aisyah, dr Benediktus A, MPH, Sp.OG (K) menceritakan, kisah ini di laman Instagram-nya, @drbennyarifin. Kisah yang diunggah dokter itu kemudian banyak dibagikan warganet hingga menjadi viral.

Dokter Benediktus menjelaskan, pasangan Aisyah dan Rifki awalnya melakukan program bayi tabung in vitro fertilization (IVF) pada 2015 dengan menghasilkan 6 embrio. Sisa embrio yang tidak ditanam ke rahim kemudian disimpan dengan cara dibekukan.

Ia menyebut, kisah ini juga menjadi bukti bagi pasangan yang menyimpan embrio untuk program bayi tabung agar tidak khawatir. Embrio yang disimpan bertahun-tahun masih dalam keadaan baik.

“Sering orang khawatir tentang embrio yang disimpan. Cerita pasutri tersebut menunjukkan bahwa embrio yang telah disimpan 6 tahun masih baik,” ucapnya. (hma/rhd)


Baca juga: