Kenali Nyeri, RSUB – RSSA Gelar Baksos Pain Center

Malang, SERU.co.id – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) dan Djarum Foundation mengadakan Bakti Sosial (Baksos) pengobatan nyeri, Sabtu (3/4/2021).

Baksos ini dilakukan kepada 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malang. Acara yang dilakukan di Pain Center RSUB Gedung A lantai 2 ini, meliputi kegiatan penyuluhan, konsultasi, dan terapi farmakologis dan non-farmakologis oleh para dokter spesialis anestesi.

“Kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan salah satu aspek dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) RSUB melibatkan berbagai bidang medis yang dapat memberikan layanan pada pasien secara holistik dan komprehensif,” ungkap Tim Ahli Pain Center RSUB, dr Ristiawan Muji Laksono, SpAn, KMN, FIPP.

Pendeteksian awal dan penanganan ringan rasa nyeri. (ist) - Kenali Nyeri, RSUB - RSSA Gelar Baksos Pain Center
Pendeteksian awal dan penanganan ringan rasa nyeri. (ist)

Selain bertujuan memperkenalkan Pusat Pelayanan Nyeri (Pain Center) pada masyarakat, acara yang akan diselenggarakan 12 kali dalam setahun ini, juga untuk mempererat hubungan antara RSUB, RSSA, dan puskesmas yang ada di Malang Raya.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas sosial profesi dokter anestesi, dalam bidang pengelolaan nyeri yang banyak diderita oleh masyarakat. Baik nyeri akut, nyeri kronik dan nyeri kanker melalui fasilitas Pain Center yang ada di RSUB,” beber dr. Ristiawan.

Sebelumnya, RSUB telah melaksanakan Soft Launching Pain Center pada 13 Maret 2021. Sekaligus Webinar bagi dokter dan perawat bertemakan “Three in One Pain Management Method” oleh Dosen Luar Biasa UB Willy Halim, MD, PhD, FIPP.

Beberapa Tim Ahli di bidang nyeri yang tergabung dalam Pain Center RSUB, di antaranya dr. Ristiawan Muji Laksono, SpAn, KMN, FIPP, Willy Halim, MD, PhD, FIPP, Dr dr Aswoco Andyk Asmoro, SpAn, FIPM, dr. Buyung Hartiyo Laksono, SpAn, KNA, dan dr Taufiq Agus Siswagama, SpAn, KMN.

Baca juga:   Anggota Kodim 0833 Kota Malang Jalani Vaksinasi Lanjutan

Para tim ahli tersebut telah memiliki kompetensi khusus untuk melakukan tindakan manajemen nyeri. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat teredukasi dan mengetahui waktu yang tepat apabila membutuhkan terapi nyeri. (rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *