Keliling Kota Malang, Wawali Ujicoba E-Bike Rakitan SMK Nasional

Rakit frame dan baterai pada produk terbaru

Malang, SERU.co.id – Akhir tahun lalu, SMK Nasional telah meluncurkan sepeda listrik (e-bike) dengan jenis sepeda city bike, MTB, sepeda lipat dan downhill. Di antaranya bernama Commuter E-Bike, Skanala Thunder MTB E-Bike, Skanala Thunder Selly E-Bike, dan Bledek E-Bike.

Kali ini, SMK Nasional kembali meluncurkan inovasi baru dengan menciptakan baterai rakitan sendiri karya SMK Nasional. Tak hanya baterai, SMK Nasional juga sukses membuat frame sendiri. 

“Kalau dulu baterai itu kami beli dari vendor, sekarang kami rakit baterai sendiri. Kedua, dulu kami menggunakan sepeda bekas, tapi sekarang bisa bangun frame sendiri. Sementara dua unit, salah satunya dipakai pak Sofyan Edi (Wakil Walikota Malang, red), itu kita rancang sendiri framenya dari nol,” seru Kepala SMK Nasional Malang Drs Muhammad Taufik MPd, Minggu (7/2/2021).

Kepala SMK Nasional, Drs Muhammad Taufik MPd. (ws1) - Keliling Kota Malang, Wawali Ujicoba E-Bike Rakitan SMK Nasional
Kepala SMK Nasional, Drs Muhammad Taufik MPd. (ws1)

E-bike terbaru hasil karya SMK Nasional ini ada tiga jenis, yakni Galecha Thunder berbasis minion, Super Thunder ST berbasis dhownhill bike, dan terakhir Super Thunder HT berbasis mountain bike dengan kelistrikan.

“Kami inovasi terus, targetnya setiap satu bulan sekali ada produk baru lagi. Bagian marketing kami minta untuk penetrasi ke pasar agar lebih inovatif. Supaya tidak ada kesan kita nunggu pelanggan, kita aktif memasarkan. Dan itu hal baru bagi SMK Nasional,” papar Taufik, sapaan akrabnya.

Disebutkannya, pengerjaan atau perakitan satu sepeda memakan empat hari sampai sepekan, dengan uji coba sampai benar-benar layak jalan. Hasilnya, sudah puluhan e-bike terjual dengan dibandrol Rp5-12 jutaan sesuai jenis tipe dan kapasitas baterainya.

“Kalau jadi harus diujicoba, kelistrikannya, dan komponen-komponen lainnya. Kalau kurang pas diperbaiki atau diganti. Total saat ini 20 unit, itu pun sudah terjual semua dengan harga Rp5-12 juta. Spesifikasi paling tinggi ekuivalen dengan baterai 1000 watt,” beber Taufik.

Terkait pandemi, Taufik menyebut tidak ada pengaruhnya. Pasalnya, guru dan siswa menggunakan pembelajaran daring, sehingga  maksimal dalam penyelesaian (membuat e-bike).

Senada hal itu, Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyebut, inovasi e-bike dari SMK Nasional tersebut bisa menjadi sarana transportasi alternatif bagi wisatawan untuk menikmati Kota Malang.

“Kita bisa manfaatkan E-Bike untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan yang mau melakukan tour keliling Kota Malang. Kita bisa siapkan paket city tour seperti mengunjungi spot-spot heritage atau kuliner yang menjadi potensi wisata kita. Dengan E-Bike maka wisatawan jadi lebih mudah berkeliling,” beber Bung Edi, sapaan akrabnya.

Teknisi mengecek kembali e-bike usai dipakai Bung Edi. (ws1) - Keliling Kota Malang, Wawali Ujicoba E-Bike Rakitan SMK Nasional
Teknisi mengecek kembali e-bike usai dipakai Bung Edi. (ws1)

Terkait rencana produksi massal, pihaknya masih harus mengkaji ulang. Karena banyak yang harus dipikirkan dan ada koordinasi dari berbagai pihak.

“Itu proses tahapan yang berbeda. Kalaupun mau diproduksi secara besar, maka perlu tahapan selanjutnya. Kita harus hati-hati benar, karena di situ ada hak paten, vendor, pajak-pajak maupun infrastruktur lainnya harus benar-benar disiapkan. Sehingga ketika produksi massal tidak ada permasalahan. Namun yang jelas tentu menuju rencana tersebut dan kami siap,” tandasnya.

Bung Edi mencoba ketahanan e-bike untuk berkeliling Kota Malang sembari mengunjungi spot heritage yang ada. Terbukti e-bike ini cukup kua, stabil dan kecepatannya juga cukup kencang.

Pada kesempatan tersebut, juga menyempatkan menanam 20 bibit pohon Pule di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Kota Malang.

“Ini adalah bibit pohon ke-2.693 yang kami tanam dari target 10.000 pohon. Semoga target tersebut dapat tercapai dengan harapan menghijaukan Kota Malang,” tukasnya. (ws1/rhd)